Angkot masuk jurang, 1 tewas
Senin, 03 September 2012 - 06:43 WIB
Angkot masuk jurang, 1 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah angkutan kota (angkot) 05 bernomor Z 1988 HH jurusan Indihiang– Tasikmalaya terbalik dan masuk dalam jurang di Jalan Raya Ciamis-Pangandaran, tepatnya di Kawasan Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis,Jawa Barat. Akibat peristiwa itu, satu orang tewas, sedangkan belasan penumpang lain mengalami luka-luka.
Korban tewas diketahui bernama Sukiman,43,warga Dusun Tajur Indah, Desa/Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Peristiwa terjadi saat angkot yang dikemudikan Yuga (23), warga Indihiang,Tasikmalaya itu melaju dari arah Banjar (utara) menuju Pangandaran (selatan) dengan tujuan akhir kawasan objek wisata Pangandaran.
Sesampai di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB,saat melintasi tikungan Emplak dari arah berlawanan tiba-tiba datang kendaraan lain melaju dengan kecepatan tinggi. Yuga berusaha menghindari tabrakan, tetapi karena posisi tepat di tikungan,upaya itu malah membuat laju angkot makin tidak terkendali dan oleng hingga akhirnya terperosok ke jurang.
Sebelum masuk dalam jurang, angkot sempat menabrak tiang telepon dan pembatas jalan hingga kemudian terperosok dengan posisi menggantung tertahan pohon jati serta tiang telepon. ”Beberapa saat setelah kejadian, saya menerima informasi angkot terperosok masuk jurang di kawasan hutan Emplak. Beberapa anggota saya juga langsung datang ke lokasi untuk melihat kondisi angkot nahas itu,” ujar Asper BKPH Pangandaran Perhutani Ciamis Tatang Koswara kemarin.
Menurut Tatang, dari pengamatan anggotanya, para penumpang langsung berhamburan ke luar angkot untuk menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka yang menyelamatkan diri mengalami luka sobek, lebam, dan trauma. ”Empat korban sempat terjepit di dalam angkot yang ringsek,” lanjutnya.
Sejumlah warga dan anggota Perhutani yang melihat kejadian langsung melakukan pertolongan. Tiga orang yang sempat terjepit bodi angkot bisa dikeluarkan dalam kondisi luka parah,tetapi masih selamat. ”Sedangkan satu orang dikeluarkan dalam kondisi tidak bernyawa,” terangnya.
Rahman, 32, warga setempat, menjelaskan,peristiwa kecelakaan berlangsung sangat cepat.Saat kejadian dia berada di sebuah kantin, tidak jauh dari lokasi,dan mendengar suara gemeretak.
”Karena penasaran saya menghampiri dan suara itu berasal dari angkot yang kecelakaan,” jelasnya.
Korban tewas diketahui bernama Sukiman,43,warga Dusun Tajur Indah, Desa/Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Peristiwa terjadi saat angkot yang dikemudikan Yuga (23), warga Indihiang,Tasikmalaya itu melaju dari arah Banjar (utara) menuju Pangandaran (selatan) dengan tujuan akhir kawasan objek wisata Pangandaran.
Sesampai di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB,saat melintasi tikungan Emplak dari arah berlawanan tiba-tiba datang kendaraan lain melaju dengan kecepatan tinggi. Yuga berusaha menghindari tabrakan, tetapi karena posisi tepat di tikungan,upaya itu malah membuat laju angkot makin tidak terkendali dan oleng hingga akhirnya terperosok ke jurang.
Sebelum masuk dalam jurang, angkot sempat menabrak tiang telepon dan pembatas jalan hingga kemudian terperosok dengan posisi menggantung tertahan pohon jati serta tiang telepon. ”Beberapa saat setelah kejadian, saya menerima informasi angkot terperosok masuk jurang di kawasan hutan Emplak. Beberapa anggota saya juga langsung datang ke lokasi untuk melihat kondisi angkot nahas itu,” ujar Asper BKPH Pangandaran Perhutani Ciamis Tatang Koswara kemarin.
Menurut Tatang, dari pengamatan anggotanya, para penumpang langsung berhamburan ke luar angkot untuk menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka yang menyelamatkan diri mengalami luka sobek, lebam, dan trauma. ”Empat korban sempat terjepit di dalam angkot yang ringsek,” lanjutnya.
Sejumlah warga dan anggota Perhutani yang melihat kejadian langsung melakukan pertolongan. Tiga orang yang sempat terjepit bodi angkot bisa dikeluarkan dalam kondisi luka parah,tetapi masih selamat. ”Sedangkan satu orang dikeluarkan dalam kondisi tidak bernyawa,” terangnya.
Rahman, 32, warga setempat, menjelaskan,peristiwa kecelakaan berlangsung sangat cepat.Saat kejadian dia berada di sebuah kantin, tidak jauh dari lokasi,dan mendengar suara gemeretak.
”Karena penasaran saya menghampiri dan suara itu berasal dari angkot yang kecelakaan,” jelasnya.
(azh)