Ratusan petugas padamkan api di Gunung Agung
Sabtu, 01 September 2012 - 07:01 WIB
Ratusan petugas padamkan api di Gunung Agung
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan petugas gabungan dan unsur masyarakat lainnya akan berupaya mendekati titik api yang membakar hutan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali dengan melakukan pemadaman secara manual.
Sesuai rapat koordinasi antar berbagai unsur mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali, diputuskan, pagi ini baru dilakukan upaya pemadaman.
Sekira pukul 07.00 Wita, petugas gabungan bergerak dari Kota Amlapura, Ibu Kota Karangasem menuju kaki gunung dengan peralatan operasional manual. Sebab, melihat medan dan jaraknya yang cukup jauh, tidak memungkinkan dilakukan pemadaman dengan air.
"Karena tidak ada akses jalan, dari kaki gunung harus berjalan kaki naik berjarak sekira empat kilometer menuju titik api," kata Kepala Seksi Operasional SAR Denpasar I Ketut Gede Ardana, Sabtu (1/9/2012) pagi.
Sampai pagi, kobaran api dan asap masih terlihat membumbung di sekitar gunung yang pernah meletus tahun 1963 ini. Untuk sementara, karena kebakaran sudah menyebar ke beberapa titik api, sehingga pemadaman difokuskan dahulu di lokasi terdekat.
"Kami berupaya akan menghambat jalannya api agar tidak menjalar ke tempat lain, terutama di wilayah Kecamatan Kubu sampai Abang," imbuh Ardana yang didampingi Koordinator Posko SAR Karangasem Fathurrahman.
Selain petugas, masyarakat sekitar juga dikerahkan untuk membantu memadamkan api yang diketahui berkobar sejak pukul 18.30 Wita, Jumat 31 Agustus 2012 kemarin.
Sebelumnya, api berkobar membakar hutan di Gunung Agung berada di bagian timur sekitar Desa Bankubu dan Jungutan sampai dengan Kedampal di Kecamatan Kubu. Asap membumbung sampai pagi ini masih terlihat dari kota Amlapura, ibukota Kabupaten Karangasem.
Sesuai rapat koordinasi antar berbagai unsur mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali, diputuskan, pagi ini baru dilakukan upaya pemadaman.
Sekira pukul 07.00 Wita, petugas gabungan bergerak dari Kota Amlapura, Ibu Kota Karangasem menuju kaki gunung dengan peralatan operasional manual. Sebab, melihat medan dan jaraknya yang cukup jauh, tidak memungkinkan dilakukan pemadaman dengan air.
"Karena tidak ada akses jalan, dari kaki gunung harus berjalan kaki naik berjarak sekira empat kilometer menuju titik api," kata Kepala Seksi Operasional SAR Denpasar I Ketut Gede Ardana, Sabtu (1/9/2012) pagi.
Sampai pagi, kobaran api dan asap masih terlihat membumbung di sekitar gunung yang pernah meletus tahun 1963 ini. Untuk sementara, karena kebakaran sudah menyebar ke beberapa titik api, sehingga pemadaman difokuskan dahulu di lokasi terdekat.
"Kami berupaya akan menghambat jalannya api agar tidak menjalar ke tempat lain, terutama di wilayah Kecamatan Kubu sampai Abang," imbuh Ardana yang didampingi Koordinator Posko SAR Karangasem Fathurrahman.
Selain petugas, masyarakat sekitar juga dikerahkan untuk membantu memadamkan api yang diketahui berkobar sejak pukul 18.30 Wita, Jumat 31 Agustus 2012 kemarin.
Sebelumnya, api berkobar membakar hutan di Gunung Agung berada di bagian timur sekitar Desa Bankubu dan Jungutan sampai dengan Kedampal di Kecamatan Kubu. Asap membumbung sampai pagi ini masih terlihat dari kota Amlapura, ibukota Kabupaten Karangasem.
(mhd)