Diduga ditampar guru, bocah SD kena tumor mata
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 08:36 WIB
Diduga ditampar guru, bocah SD kena tumor mata
A
A
A
Sindonews.com - Gisela Ukat, seorang anak kecil asal Desa Eban Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, harus menanggung derita tumor yang muncul pada mata kanannya. Diduga tumor tersebut muncul setelah ditampar seorang guru di Sekolah Dasar (SD) tempatnya menimba ilmu.
Saa ini Gisela Ukat, anak kelas enam sekolah dasar Fatuneno ini sedang ditunggui kedua orang tuanya, menjalani perawatan sementara di Rumah sakit umum Daerah Kefamenanu, sejak tiga hari yang lalu.
Menurut para dokter di Rumah sakit, benjolan pada mata bocah itu merupakan serangan penyakit kanker yang biasanya timbul pada anak usia lima tahunan dengan nama retinoblastoma.
“Agar bisa sembuh memang harus segera dioperasi supaya tidak menyebar ke sebelah mata, atau ke otak, itu berbahaya sekali, nama penyakit itu, retinoblastoma, biasa serang anak umur lima tahunan,” jelas dokter Mervin, dr specialis anak di RSUD Kefamenanu.
Anehnya, ada pengakuan berbeda dari kedua orang tua Gisela, pada Kamis 23 Agustus 2012 lalu, anak mereka ditampar seorang ibu guru lantaran tak bisa mengucapkan doa saat belajar di sekolah.
"Sehari setelah dia dipukul, bengkak di matanya mulai membesar sampai hari ini. Saat kami tanya apa penyebab sampai matanya membengkak, Gisela hanya diam saja. Selang beberapa hari barulah terungkap kalau Gisela ditampar oleh ibu guru Agama. Itu pun karena teman sekelas Gisela yang beri tahu kami," ungkap Selviana Tefa, ibu Gisela di RSUD Kefamenanu, Kamis, 30 Agustus 2012
Menurut kedua orang tua Gisela, peristiwa ini sudah mereka komunikasikan dengan guru tersebut, sehingga biaya berobat di puskesmas akan ditanggung guru tersebut, namun kenyataannya tidak sembuh juga, akhirnya dirujuk ke RSUD Kefamenanu.
Saat ini kedua orang tua yang berprofesi sebagai petani itu kewalahan biaya operasi, sebab, harus dirujuk ke rumah sakit yang berfasilitas lengkap di Jakarta agar bisa dioperasi mata anak malang ini.
Kondisi mata anak ini terus mengalami bengkak yang luar biasa, sementara kondisi fisiknya sudah mulai menurun, bila tidak segera dioperasi, dikhawatirkan nyawa anak tidak bisa tertolong, sebab bisa merambat hingga otak, kata dokter Mervin.
Sementara wajah kedua orang tua Gisela dilanda kepasrahan, lantaran tak menyangka, peristiwa tragis ini bisa menimpa mereka yang berprofesi sebagai petani yang punya penghasilan pas-pasan.
Saa ini Gisela Ukat, anak kelas enam sekolah dasar Fatuneno ini sedang ditunggui kedua orang tuanya, menjalani perawatan sementara di Rumah sakit umum Daerah Kefamenanu, sejak tiga hari yang lalu.
Menurut para dokter di Rumah sakit, benjolan pada mata bocah itu merupakan serangan penyakit kanker yang biasanya timbul pada anak usia lima tahunan dengan nama retinoblastoma.
“Agar bisa sembuh memang harus segera dioperasi supaya tidak menyebar ke sebelah mata, atau ke otak, itu berbahaya sekali, nama penyakit itu, retinoblastoma, biasa serang anak umur lima tahunan,” jelas dokter Mervin, dr specialis anak di RSUD Kefamenanu.
Anehnya, ada pengakuan berbeda dari kedua orang tua Gisela, pada Kamis 23 Agustus 2012 lalu, anak mereka ditampar seorang ibu guru lantaran tak bisa mengucapkan doa saat belajar di sekolah.
"Sehari setelah dia dipukul, bengkak di matanya mulai membesar sampai hari ini. Saat kami tanya apa penyebab sampai matanya membengkak, Gisela hanya diam saja. Selang beberapa hari barulah terungkap kalau Gisela ditampar oleh ibu guru Agama. Itu pun karena teman sekelas Gisela yang beri tahu kami," ungkap Selviana Tefa, ibu Gisela di RSUD Kefamenanu, Kamis, 30 Agustus 2012
Menurut kedua orang tua Gisela, peristiwa ini sudah mereka komunikasikan dengan guru tersebut, sehingga biaya berobat di puskesmas akan ditanggung guru tersebut, namun kenyataannya tidak sembuh juga, akhirnya dirujuk ke RSUD Kefamenanu.
Saat ini kedua orang tua yang berprofesi sebagai petani itu kewalahan biaya operasi, sebab, harus dirujuk ke rumah sakit yang berfasilitas lengkap di Jakarta agar bisa dioperasi mata anak malang ini.
Kondisi mata anak ini terus mengalami bengkak yang luar biasa, sementara kondisi fisiknya sudah mulai menurun, bila tidak segera dioperasi, dikhawatirkan nyawa anak tidak bisa tertolong, sebab bisa merambat hingga otak, kata dokter Mervin.
Sementara wajah kedua orang tua Gisela dilanda kepasrahan, lantaran tak menyangka, peristiwa tragis ini bisa menimpa mereka yang berprofesi sebagai petani yang punya penghasilan pas-pasan.
(azh)