Tutup Harteknas, SBY tiba di Gedung Merdeka
Kamis, 30 Agustus 2012 - 11:45 WIB
Tutup Harteknas, SBY tiba di Gedung Merdeka
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menutup acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat (Jabar).
SBY yang tiba pukul 09.57 WIB mengenakan batik lengan panjang warna ungu gelap, didampingi sang istri, Ani Bambang Yudhoyono yang mengenakan busana biru terang.
Rombongan yang terdiri dari anggota Kabinet Indonesia Bersatu II juga nampak hadir. Saat datang, SBY disambut lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan paduan suara mahasiswa Universitas Padjdjaran (Unpad) Bandung.
Para pejabat yang hadir di Gedung Merdeka di antaranya Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI, Menristek Gusti Muhammad Hatta, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan para pejabat lainnya.
Dalam pidatonya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku bangga Bandung menjadi tuan rumah Harteknas. Dia berharap Harteknas jadi momen tepat untuk mendorong riset makin menjawab kebutuhan riil masyarakat.
"Harteknas adalah waktu yang tepat untuk mendorong riset hingga dikembangkan industri untuk digunakan masyarakat Indonesia secara massal," kata Heryawan, Kamis (30/8/2012).
SBY yang tiba pukul 09.57 WIB mengenakan batik lengan panjang warna ungu gelap, didampingi sang istri, Ani Bambang Yudhoyono yang mengenakan busana biru terang.
Rombongan yang terdiri dari anggota Kabinet Indonesia Bersatu II juga nampak hadir. Saat datang, SBY disambut lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan paduan suara mahasiswa Universitas Padjdjaran (Unpad) Bandung.
Para pejabat yang hadir di Gedung Merdeka di antaranya Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI, Menristek Gusti Muhammad Hatta, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan para pejabat lainnya.
Dalam pidatonya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku bangga Bandung menjadi tuan rumah Harteknas. Dia berharap Harteknas jadi momen tepat untuk mendorong riset makin menjawab kebutuhan riil masyarakat.
"Harteknas adalah waktu yang tepat untuk mendorong riset hingga dikembangkan industri untuk digunakan masyarakat Indonesia secara massal," kata Heryawan, Kamis (30/8/2012).
(azh)