Polisi tewas tergantung di sumur
Kamis, 30 Agustus 2012 - 09:06 WIB
Polisi tewas tergantung di sumur
A
A
A
Sindonews.com - Seorang polisi, Briptu Supriandi, sekitar pukul 13.45 WIB ditemukan tewas tegantung di dalam sumur milik rumah orang tuanya di Desa Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba).
Diduga anggota Polres Bangka Tengah ini depresi karena penyakit paru-paru yang diderita tidak kunjung sembuh.
“Tiga bulan lalu kami jemput untuk berobat karena dia sakit paru-paru. Sudah satu bulan ini anak saya selalu terbaring ditempat tidurnya,” kata Fauziah, ibu korban menjelaskan Rabu 29 Agustus 2012.
Tewasnya Supriandi diketahui Fauziah saat dia baru pulang dari pasar dan melihat korban yang sebelumnya dia tinggal bersama Arjon suaminya tidak berada di tempat tidurnya. Fauziah lalu mencari ke sana kemari namun tidak ditemukan.
“Saya lalu melihat ke arah sumur. Dan melihat anak saya tergantung tali sumur denagn lidah menjulur keluar. Spontan saya menjerit,” tutur Fauziah.
Warga sekitar yang mendengar jeritan Fauziah sontak berdatangan ke kediaman keluarga korban. Setelah mengetahui kondisi korban,warga kemudian melapor ke Polsek Babat Toman. Bersama petugas yang datang beberapa saat kemudian, warga lalu mengangkat tubuh korban dari sumur yang berkedalaman sekitar 10 meter itu.
“Kami sudah membawa jasad korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Saat ini jenazah diserahkan kepada keluarga,” ujar Kepala Polsek Babat Toman AKP Victor EduardTondais. Kamsuri, kerabat korban mengatakan sebenarnya beberapa hari terakhir kondisi Supriandi sudah sedikit membaik setelah berulang kali mengikuti proses pengobatan alternatif.
“Jika penyakitnya kumat, korban mengaku sangat tersiksa seperti akan mati,” bebernya.
Diduga anggota Polres Bangka Tengah ini depresi karena penyakit paru-paru yang diderita tidak kunjung sembuh.
“Tiga bulan lalu kami jemput untuk berobat karena dia sakit paru-paru. Sudah satu bulan ini anak saya selalu terbaring ditempat tidurnya,” kata Fauziah, ibu korban menjelaskan Rabu 29 Agustus 2012.
Tewasnya Supriandi diketahui Fauziah saat dia baru pulang dari pasar dan melihat korban yang sebelumnya dia tinggal bersama Arjon suaminya tidak berada di tempat tidurnya. Fauziah lalu mencari ke sana kemari namun tidak ditemukan.
“Saya lalu melihat ke arah sumur. Dan melihat anak saya tergantung tali sumur denagn lidah menjulur keluar. Spontan saya menjerit,” tutur Fauziah.
Warga sekitar yang mendengar jeritan Fauziah sontak berdatangan ke kediaman keluarga korban. Setelah mengetahui kondisi korban,warga kemudian melapor ke Polsek Babat Toman. Bersama petugas yang datang beberapa saat kemudian, warga lalu mengangkat tubuh korban dari sumur yang berkedalaman sekitar 10 meter itu.
“Kami sudah membawa jasad korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Saat ini jenazah diserahkan kepada keluarga,” ujar Kepala Polsek Babat Toman AKP Victor EduardTondais. Kamsuri, kerabat korban mengatakan sebenarnya beberapa hari terakhir kondisi Supriandi sudah sedikit membaik setelah berulang kali mengikuti proses pengobatan alternatif.
“Jika penyakitnya kumat, korban mengaku sangat tersiksa seperti akan mati,” bebernya.
(azh)