Kulonprogo kekurangan 120 guru SD
Rabu, 29 Agustus 2012 - 15:34 WIB
Kulonprogo kekurangan 120 guru SD
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mengaku kekurangan sekira 120 guru untuk sekolah dasar (SD). Untuk mengatasi kekurangan tersebut, guru diberdayakan untuk rangkap mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sri Mulatsih Damar Rahayu mengatakan, ada dua hal yang kita lakukan untuk menutupi kekurangan guru SD.
"Untuk sementara bisa kita atasi dengan pengalihan dan rangkap tugas," tutur Mulat, Rabu (29/8/2012).
Misalnya dengan mengalihkan guru bidang studi di tingkat SMP dan SMA/SMK untuk menjadi guru kelas di tingkat SD. Kemudian sistem rangkap, yaitu guru bisa merangkap di kelas lain atau di sekolah lain.
"Sekarang memang belum jadi masalah, tapi kalau banyak yang pensiun kedepan bisa jadi masalah," tambah Mulat.
Banyaknya guru SD yang pensiun ini merupakan salah satu dampak dari kebijakan SD Inpres di masa lalu. Saat ini banyak guru-guru yang diangkat memasuki masa pensiun.
Sedangkan proses regenerasi dan pengisian belum disiapkan secara matang. "Kalau seperti ini, bisa di 2015 ada kekosongan 400 guru SD," tuturnya.
Untuk formasi SMP dan SMA cenderung lebih aman. Hanya untuk formasi keahlian yang kurang, seperti teknik komputer dan guru bahasa Jawa.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Djulistyo mengatakan 2013 akan ajukan formasi ke pusat untuk memenuhi kebutuhan guru SD tersebut. Total formasi yang diajukan mencapai 400 unit.
Selain untuk guru, formasi ini juga untuk tenaga kesehatan. "Kita sudah siapkan antisipasi untuk menutup kekurangan ini," tegas Djulis.
Setiap tahun, imbuhnya PNS yang pensiun mencapai 300 orang. Lebih dari setengah merupakan para guru dari berbagai jenjang.
Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sri Mulatsih Damar Rahayu mengatakan, ada dua hal yang kita lakukan untuk menutupi kekurangan guru SD.
"Untuk sementara bisa kita atasi dengan pengalihan dan rangkap tugas," tutur Mulat, Rabu (29/8/2012).
Misalnya dengan mengalihkan guru bidang studi di tingkat SMP dan SMA/SMK untuk menjadi guru kelas di tingkat SD. Kemudian sistem rangkap, yaitu guru bisa merangkap di kelas lain atau di sekolah lain.
"Sekarang memang belum jadi masalah, tapi kalau banyak yang pensiun kedepan bisa jadi masalah," tambah Mulat.
Banyaknya guru SD yang pensiun ini merupakan salah satu dampak dari kebijakan SD Inpres di masa lalu. Saat ini banyak guru-guru yang diangkat memasuki masa pensiun.
Sedangkan proses regenerasi dan pengisian belum disiapkan secara matang. "Kalau seperti ini, bisa di 2015 ada kekosongan 400 guru SD," tuturnya.
Untuk formasi SMP dan SMA cenderung lebih aman. Hanya untuk formasi keahlian yang kurang, seperti teknik komputer dan guru bahasa Jawa.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Djulistyo mengatakan 2013 akan ajukan formasi ke pusat untuk memenuhi kebutuhan guru SD tersebut. Total formasi yang diajukan mencapai 400 unit.
Selain untuk guru, formasi ini juga untuk tenaga kesehatan. "Kita sudah siapkan antisipasi untuk menutup kekurangan ini," tegas Djulis.
Setiap tahun, imbuhnya PNS yang pensiun mencapai 300 orang. Lebih dari setengah merupakan para guru dari berbagai jenjang.
(ysw)