Sopir bus ugal-ugalan, tabrak satu keluarga
Selasa, 28 Agustus 2012 - 17:48 WIB
Sopir bus ugal-ugalan, tabrak satu keluarga
A
A
A
Sindonews.com - Gara-gara sopir bus Kencana ugal-ugalan, satu keluarga yang sedang mengendarai motor diseruduk di Jalan jombang Surabaya. Ibu dan bapak langsung tewas sementara dua anaknya kritis. warga yang geram langsung menghajar sopir dan kernet bus tersebut.
Awak bus yang sempat di keroyok massa langsung di amankan oleh petugas di pos polisi terdekat. Seorang penumpang bus yang mengetahui bus-nya menabrak orang hingga tewas langsung jatuh pingsan.
Diah Ambarwati (35) warga Desa Pesudukuh Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini langsung tewas setelah di tabrak bus Cendana jurusan Ponorogo-Surabaya di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (28/8/2012) siang. Jenazah Diah Ambarwati langsung disemayamkan oleh petugas di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
Sementara Santoso (38) suami Diah Ambarwati yang mengalami luka parah dan dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Jombang akhirnya juga ikut tewas.
Sedangkan dua anak korban yakni, Imam Ardiansyah (9) dan satu lagi yang belum di ketahui namanya dan di perkirakan masih berusia tiga tahun juga mengalami luka parah dan kritis. Keduanya masih di rawat intensif oleh petugas di UGD RSUD Jombang.
Peristiwa kecelakaan maut tersebut menurut sejumlah saksi mata terjadi saat satu keluarga asal Nganjuk yang mengendarai sepeda motor ini sedang dalam perjalanan pulang usai lebaran dari Surabaya ke arah Nganjuk.
Saat melintas dari arah berlawanan ada bus Cendana yang melaju kencang dan kejar-kejaran dengan bus lain di depannya. Meski dari depan ada beberapa pengendara motor yang melaju beriringan, bus tersebut tetap memaksa menyalip hingga melewati marka jalan dan menabrak korban beserta keluarganya.
Arif Ridiyan, Sopir bus Cendana asal Kecamatan Siman, Ponorogo dan kernetnya yang sempat di keroyok warga langsung diamankan oleh petugas di pos polisi Ngrandu. Kasus kecelakaan tersebut kini masih di tangani unit laka lantas Polres Jombang.
Polisi juga masih menunggu keluarga korban dari Nganjuk datang untuk menemani dua anak korban yang kritis karena kedua orang tuanya sama-sama meninggal dunia
Awak bus yang sempat di keroyok massa langsung di amankan oleh petugas di pos polisi terdekat. Seorang penumpang bus yang mengetahui bus-nya menabrak orang hingga tewas langsung jatuh pingsan.
Diah Ambarwati (35) warga Desa Pesudukuh Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini langsung tewas setelah di tabrak bus Cendana jurusan Ponorogo-Surabaya di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (28/8/2012) siang. Jenazah Diah Ambarwati langsung disemayamkan oleh petugas di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
Sementara Santoso (38) suami Diah Ambarwati yang mengalami luka parah dan dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Jombang akhirnya juga ikut tewas.
Sedangkan dua anak korban yakni, Imam Ardiansyah (9) dan satu lagi yang belum di ketahui namanya dan di perkirakan masih berusia tiga tahun juga mengalami luka parah dan kritis. Keduanya masih di rawat intensif oleh petugas di UGD RSUD Jombang.
Peristiwa kecelakaan maut tersebut menurut sejumlah saksi mata terjadi saat satu keluarga asal Nganjuk yang mengendarai sepeda motor ini sedang dalam perjalanan pulang usai lebaran dari Surabaya ke arah Nganjuk.
Saat melintas dari arah berlawanan ada bus Cendana yang melaju kencang dan kejar-kejaran dengan bus lain di depannya. Meski dari depan ada beberapa pengendara motor yang melaju beriringan, bus tersebut tetap memaksa menyalip hingga melewati marka jalan dan menabrak korban beserta keluarganya.
Arif Ridiyan, Sopir bus Cendana asal Kecamatan Siman, Ponorogo dan kernetnya yang sempat di keroyok warga langsung diamankan oleh petugas di pos polisi Ngrandu. Kasus kecelakaan tersebut kini masih di tangani unit laka lantas Polres Jombang.
Polisi juga masih menunggu keluarga korban dari Nganjuk datang untuk menemani dua anak korban yang kritis karena kedua orang tuanya sama-sama meninggal dunia
(ysw)