Pelajar dikeroyok usai silaturahmi
Selasa, 28 Agustus 2012 - 11:35 WIB
Pelajar dikeroyok usai silaturahmi
A
A
A
Sindonews.com - Selepas acara silaturahmi di sekolah, seorang pelajar dikeroyok kelompok pelajar lainnya. Beruntung korban sempat ditolong warga, sedangkan dua pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap.
Aksi pengeroyokan bermula saat korban usai pulang dari acara silaturahmi di sekolahnya dan sedang menunggu angkutan umum di lampu merah Cawang Baru. Tiba-tiba saja sekelompok pelajar dari sekolah lain langsung menghampiri dan melayangkan bogem mentah.
Akibatnya korban mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan. Tak hanya itu, para pengeroyoknya juga merampas tas berikut isinya.
Kepada petugas, Jimmy, pelajar Satya Bakti mengaku tidak mengetahui asal mula dirinya dikeroyok oleh sekolompok pelajar tersebut. Terlebih dirinya baru saja tiba dari kampung dan mulai sekolah hari ini.
"Ada anak-anak dari seberang jalan dan langsung mendatangi saya. Tiba-tiba saya dipukuli, ditendangi, kemudian saya langsung lari ke warga. Padahal saya tidak tahu salah apa," paparnya.
Sementara itu pelaku berinisial R mengaku hanya ikut-ikutan saja mengeroyok korban. Dia mengatakan ajakan dari kakak kelas yang dikenalnya membuat dia tidak dapat menolak.
"Saya enggak ikut memukul, kakak kelas tiga yang mengeroyok," ujarnya, Senin (28/8/2012).
Pelajar SMA Yayasan Karya 66 ini menjelaskan, ada sekitar 15 orang yang mengeroyok korban.
Kapolsek Jatinegara Kompol Suminto menjelaskan para pelaku dan korban selanjutnya dibawa ke Polres Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut.
"Akan ditangani unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) karena masih di bawah umur," ungkapnya.
Aksi pengeroyokan bermula saat korban usai pulang dari acara silaturahmi di sekolahnya dan sedang menunggu angkutan umum di lampu merah Cawang Baru. Tiba-tiba saja sekelompok pelajar dari sekolah lain langsung menghampiri dan melayangkan bogem mentah.
Akibatnya korban mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan. Tak hanya itu, para pengeroyoknya juga merampas tas berikut isinya.
Kepada petugas, Jimmy, pelajar Satya Bakti mengaku tidak mengetahui asal mula dirinya dikeroyok oleh sekolompok pelajar tersebut. Terlebih dirinya baru saja tiba dari kampung dan mulai sekolah hari ini.
"Ada anak-anak dari seberang jalan dan langsung mendatangi saya. Tiba-tiba saya dipukuli, ditendangi, kemudian saya langsung lari ke warga. Padahal saya tidak tahu salah apa," paparnya.
Sementara itu pelaku berinisial R mengaku hanya ikut-ikutan saja mengeroyok korban. Dia mengatakan ajakan dari kakak kelas yang dikenalnya membuat dia tidak dapat menolak.
"Saya enggak ikut memukul, kakak kelas tiga yang mengeroyok," ujarnya, Senin (28/8/2012).
Pelajar SMA Yayasan Karya 66 ini menjelaskan, ada sekitar 15 orang yang mengeroyok korban.
Kapolsek Jatinegara Kompol Suminto menjelaskan para pelaku dan korban selanjutnya dibawa ke Polres Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut.
"Akan ditangani unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) karena masih di bawah umur," ungkapnya.
(ysw)