Pembunuh ibu kos diduga bertubuh mungil
Selasa, 28 Agustus 2012 - 09:54 WIB
Pembunuh ibu kos diduga bertubuh mungil
A
A
A
Sidnonews.com – Pelaku pembunuhan terhadap Wingsih (75) pemilik kos di Jalan Linggawastu No 320 RT 02 RW 016, Kelurahan Taman Sari, Bandung Wetan, diduga memiliki tubuh kecil. Hal itu mengemuka setelah polisi menemukan kaca jendela kecil yang berada disamping pintu diduga dicokel dan menjadi jalan masuk pelaku.
Kasatreskirm Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko dilokasi kejadian menerangkan, kemungkinan pelakunya bertubuh kecil bisa saja jika dilihat dari hasil olah TKP. "Kemungkinan itu masih saja ada, jadi kita lihat saja hasilnya nanti," katanya, Selasa (28/8/2012).
Dari pantauan, kaca jendela yang dicongkel tersebut memiliki ukuran tinggi sejengkal tangan pria dewasa dan lebar sekitar satu meter. Terlihat juga bekas congkelan yang ditandai dengan terkelupasnya kayu dibeberapa titik. "Jadi pelaku mengunci semua ruangan setelah membunuh," jelasnya.
Selain belum bisa memastikan pelakunya, Polretabes Bandung juga belum bisa memastikan motif pembunuhan tersebut. “Kita belum tahu jumlah pelaku dan apa motifnya,” katanya.
Untuk mengungkap kematian dari Wingsih, polisi telah memeriksa beberapa orang saksi baik dari pihak keluarga dan tetangga. Usai melakukan olah tkp, polisi membawa beberapa barang bukti yang diduga ditinggalkan oleh pelaku.
Dari pantauan di lokasi pembunuhan, rumah kost tersebut memiliki enam kamar. Dua kamar berada dilantai bawah, dan empat lainnya berada dilantai atas.
Untuk masuk ke kamar kost, penghuni harus melewati pintu utama yang terbuat dari besi dengan ketinggian lebih dari dua meter. Sementara, untuk masuk ke ruangan tempat Wingsih tinggal terdapat dua pintu.
Satu pintu berada di depan dan satu lagi berada di belakang dan harus melewati pintu besi. Dibelakang rumah korban, terdapat gang umum selebar dua meter yang hanya dibatasi oleh tembok setinggi tiga meter.
Dilokasi kejadian, korban yang memiliki 11 anak ini tinggal seorang diri. Korban dikenal sebagai orang tua yang aktif bahkan satu minggu sekali rajin mengikuti senam kebugaran.
Kasatreskirm Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko dilokasi kejadian menerangkan, kemungkinan pelakunya bertubuh kecil bisa saja jika dilihat dari hasil olah TKP. "Kemungkinan itu masih saja ada, jadi kita lihat saja hasilnya nanti," katanya, Selasa (28/8/2012).
Dari pantauan, kaca jendela yang dicongkel tersebut memiliki ukuran tinggi sejengkal tangan pria dewasa dan lebar sekitar satu meter. Terlihat juga bekas congkelan yang ditandai dengan terkelupasnya kayu dibeberapa titik. "Jadi pelaku mengunci semua ruangan setelah membunuh," jelasnya.
Selain belum bisa memastikan pelakunya, Polretabes Bandung juga belum bisa memastikan motif pembunuhan tersebut. “Kita belum tahu jumlah pelaku dan apa motifnya,” katanya.
Untuk mengungkap kematian dari Wingsih, polisi telah memeriksa beberapa orang saksi baik dari pihak keluarga dan tetangga. Usai melakukan olah tkp, polisi membawa beberapa barang bukti yang diduga ditinggalkan oleh pelaku.
Dari pantauan di lokasi pembunuhan, rumah kost tersebut memiliki enam kamar. Dua kamar berada dilantai bawah, dan empat lainnya berada dilantai atas.
Untuk masuk ke kamar kost, penghuni harus melewati pintu utama yang terbuat dari besi dengan ketinggian lebih dari dua meter. Sementara, untuk masuk ke ruangan tempat Wingsih tinggal terdapat dua pintu.
Satu pintu berada di depan dan satu lagi berada di belakang dan harus melewati pintu besi. Dibelakang rumah korban, terdapat gang umum selebar dua meter yang hanya dibatasi oleh tembok setinggi tiga meter.
Dilokasi kejadian, korban yang memiliki 11 anak ini tinggal seorang diri. Korban dikenal sebagai orang tua yang aktif bahkan satu minggu sekali rajin mengikuti senam kebugaran.
(ysw)