Jakarta Timur rawan kebakaran
Senin, 27 Agustus 2012 - 18:52 WIB
Jakarta Timur rawan kebakaran
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penangggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta mencatat angka kebakaran di Jakarta dari Januari-Agustus 2012 ini mencapai 662 kasus. Wilayah Jakarta Timur menjadi penyumbang terbesar dengan 174 kasus.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Damkar PB DKI Jakarta Paimin Napitupulu, di sela-sela acara Diklat Teknis Substantif Damkar PB DKI Jakarta di lapangan UPT Pusdiklat Damkar PB Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/8/2012).
Selain Jakarta Timur, wilayah lain juga kerap terjadi peristiwa kebakaran. Seperti Jakarta Barat 143 kasus, Jakarta Utara 127 kasus, Jakarta Selatan 126 kasus, dan Jakarta Pusat 89 kasus. Sementara untuk Kepulauan Seribu tercatat hingga tahun ini belum pernah terjadi peristiwa kebakaran.
"Untuk itu masyarakat diimbau agar lebih waspada dan melakukan pencegahan sejak dini," imbuhnya.
Dia menambahkan, akibat banyaknya peristiwa kebakaran yang terjadi, tercatat 31 warga meninggal dunia, dan 70 warga lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu 12 petugas pemadam mengalami luka-luka.
"Sebanyak 4.615 KK atau 16.513 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Sedangkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp204,169 miliar," tutur Paimin.
Paimin berharap, warga Jakarta dapat lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan tempat tinggalnya dari kemungkinan kebakaran, dengan selalu mengecek setiap instalasi listrik di rumahnya masing-masing, serta menghindari hal-hal yang dapat menyulut terjadinya peristiwa kebakaran.
"Yang diakibatkan dari listrik mencapai 443 kasus, kemudian kompor 66 kasus, rokok 27 kasus dan lain-lain 126 kasus. Namun, jika melihat objeknya maka yang melahap bangunan perumahan sebanyak 304 unit, kemudian bangunan umum dan perdagangan 154 unit, bangunan industri 12 unit, kendaraan 62 unit dan lain-lain 130 unit," paparnya.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Damkar PB DKI Jakarta Paimin Napitupulu, di sela-sela acara Diklat Teknis Substantif Damkar PB DKI Jakarta di lapangan UPT Pusdiklat Damkar PB Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/8/2012).
Selain Jakarta Timur, wilayah lain juga kerap terjadi peristiwa kebakaran. Seperti Jakarta Barat 143 kasus, Jakarta Utara 127 kasus, Jakarta Selatan 126 kasus, dan Jakarta Pusat 89 kasus. Sementara untuk Kepulauan Seribu tercatat hingga tahun ini belum pernah terjadi peristiwa kebakaran.
"Untuk itu masyarakat diimbau agar lebih waspada dan melakukan pencegahan sejak dini," imbuhnya.
Dia menambahkan, akibat banyaknya peristiwa kebakaran yang terjadi, tercatat 31 warga meninggal dunia, dan 70 warga lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu 12 petugas pemadam mengalami luka-luka.
"Sebanyak 4.615 KK atau 16.513 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Sedangkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp204,169 miliar," tutur Paimin.
Paimin berharap, warga Jakarta dapat lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan tempat tinggalnya dari kemungkinan kebakaran, dengan selalu mengecek setiap instalasi listrik di rumahnya masing-masing, serta menghindari hal-hal yang dapat menyulut terjadinya peristiwa kebakaran.
"Yang diakibatkan dari listrik mencapai 443 kasus, kemudian kompor 66 kasus, rokok 27 kasus dan lain-lain 126 kasus. Namun, jika melihat objeknya maka yang melahap bangunan perumahan sebanyak 304 unit, kemudian bangunan umum dan perdagangan 154 unit, bangunan industri 12 unit, kendaraan 62 unit dan lain-lain 130 unit," paparnya.
(mhd)