Terkait kasus anthraks, 2 desa diisolasi

Senin, 27 Agustus 2012 - 18:37 WIB
Terkait kasus anthraks,...
Terkait kasus anthraks, 2 desa diisolasi
A A A
Sindonews.com - Hasil penelitian Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kabupaten Maros menemukan sampel daging sapi yang diteliti ternyata positif terkena anthraks. DPKP Maros langsung mengisolasi dua desa yang ditemukan kasus anthraks.

Kedua desa yang diisolasi adalah Desa Tellu'poccoe dan Desa Ma'rumpa Kecamatan Marusu. Isolasi dilakukan selama 14 hari kedepan.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan DPKP Kabupaten Maros, Isdardjid Madjid, mengatakan isolasi daerah itu dilakukan, setelah pihaknya menerima hasil penelitian terhadap sampel daging sapi yang mati dikirim ke Balai Veteriner Maros.

"Hasilnya positif anthraks. Makanya kami mulai melakukan isolasi terhadap dua daerah tersebut," ujar Isdar, Senin (27/8/2012).

Langkah antisipasi ini dilakukan dengan membangun pos pelayanan terpadu. Pos ini akan memantau secara ketat, termasuk pelarangan hewan keluar dan masuk kedua desa tersebut.

Isdar menambahkan, saat ini Tim Kesehatan Hewan, sedang melakukan pengendalian penyakit dengan cara pemberian obat obatan terhadap sapi yang terindikasi menderita anthraks di dua desa tersebut.

"Setelah itu akan dilakukan pencegahan penularan penyakit melalui program vaksinasi yang rencananya akan dilakukan terhadap 1837 ekor sapi se-Kecamatan Marusu. Khusus di dua desa yang terserang anthraks hanya sekitar 357 ekor, 20 ekor di antaranya adalah populasi kerbau," kata Isdar.

Isdar menuturkan, untuk mencegah penularan ke manusia melalui udara, pihaknya telah menyiapkan masker untuk dibagikan ke warga.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupate Maros Firman Jaya belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan darah empat warga Desa Tellupoccoe yang sampel darahnya diambil.

"Kami belum bisa pastikan, apakah keempat warga itu positif karena hasil lab-nya belum keluar," ungkapnya.

Dia menuturkan, mengenai pengendalian dan pencegahan terhadap warga lainnya, Dinkes telah membagikan obat minum jenis amoksilin kepada 100 kepala keluarga dengan radius 200 meter dari titik lokasi kejadian.

Salah seorang warga yang darahnya tengah diteliti adalah Riska. Korban belum dikarantina, karena belum ada hasil lab yang menyatakan positif terkena anthraks.

Namun ciri-ciri penyakit yang dialami korban mengarah ke antrhaks. Gejalanya berupa kulit nampak bintik- bintik merah dan memar menyerupai penyakit kulit pada umumnya.
(ysw)
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
2 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
3 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
4 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
14 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
16 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
16 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved