Sakit jiwa, Ibu kandung potong tangan bayi

Sabtu, 25 Agustus 2012 - 14:56 WIB
Sakit jiwa, Ibu kandung...
Sakit jiwa, Ibu kandung potong tangan bayi
A A A
Sindonews.com - Peristiwa sadisme terjadi di Jombang, Jawa Timur. Seorang Ibu rumah tangga, tega memotong tangan anaknya sendiri yang masih bayi dengan gunting hanya karena sang bayi terus-terusan menangis. Diduga, sang Ibu mengalami sakit jiwa.

Dalam kondisi kritis, Aisiyah Febriana (7 bulan), putra pasangan suami istri Arifin (31) dan Nur Kinaiana (33), warga Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Sabtu siang.

Pergelangan tangan kiri balita mungil ini nyaris putus, setelah dipotong oleh Ibu kandungnya sendiri yang mengalami gangguan mental. Karena kondisinya kritis dan tidak sanggup menangani, pihak RSUD Jombang lantas merujuk Aisiyah ke RSUD Dokter Soetomo Surabaya.

Peristiwa tragis tersebut, menurut Nur Saadah, nenek korban, terjadi saat korban terus menangis sejak pagi. Sementara ayah korban sedang bekerja di pasar menjual sayur. Diduga lantaran kesal dan sakit jiwanya kambuh, sang Ibu kemudian memotong tangan kiri putrinya dengan menggunakan sebilah gunting.

Nenek korban yang mengetahui hal ini langsung merebut korban dari tangan ibunya dan langsung melarikannya ke rumah sakit. "Pelaku selama ini memang sudah mengidap gangguan jiwa sejak beberapa tahun lalu," ujar Nur kepada wartawan, Sabtu (25/8/2012) siang.

Meski sudah dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur dan sembuh, sakit jiwa pelaku masih sering kambuh. Polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung mengamankan gunting yang dipakai pelaku untuk memotong tangan balitanya.

Kendati begitu, polisi tidak mengamankan pelaku karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit jiwa. Kasus pemotongan tangan bayi oleh ibunya sendiri tersebut, kini masih ditangani unit perlindungan dan anak Polres Jombang.

Peristiwa ini, lagi-lagi memberi pelajaran pada kita agar tidak memaksakan orang tua mengasuh anaknya sendiri jika kondisinya tidak memungkinkan terutama jika mengidap gangguan jiwa seperti ini.
(san)
Berita Terkait
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
5 Cara Memulihkan dari...
5 Cara Memulihkan dari Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga
Mengupas UU Penghapusan...
Mengupas UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Pandemi Covid-19 Meningkatkan...
Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Tegaskan KDRT Bukan...
Tegaskan KDRT Bukan Urusan Privat, Partai Perindo: Perlu Sistem dan Tata Kelola Terstruktur-Berkelanjutan
RPA Perindo Dampingi...
RPA Perindo Dampingi Korban Kekerasan Seksual dan KDRT Minta Perlindungan ke LPSK
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
1 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
1 jam yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
2 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
2 jam yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
3 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved