Pembunuh pasutri di Cibadak belum terendus
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 19:02 WIB
Pembunuh pasutri di Cibadak belum terendus
A
A
A
Sindonews.com - Pembunuhan terhadap pasangan suami istri Slamet (79) dan Warji (82) di Jalan Cibadak, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, hingga hari ini belum terungkap. Padahal peristiwa itu terjadi sejak 10 hari lalu.
Siapa orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan pedagang alat-alat listrik itu juga belum terindikasi.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa kami tangkap,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko, Jumat (24/8/2012).
Ditanya sejauh mana proses penyelidikan terhadap kasus yang sempat menyedot perhatian warga Kota Bandung ini, Wijonarko mengungkapkan masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.
“Sejauh ini masih pemeriksaan saksi. Pemeriksaan juga ada yang di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan wawancara biasa,” katanya.
Saat ini, Satreskrim Polrestabes Bandung telah memeriksa tujuh orang saksi termasuk dua di antaranya adalah keluarga korban.
Selain memeriksa saksi, polisi juga mengamankan barang bukti sebuah kursi yang digunakan pelaku untuk membunuh kedua korbannya.
Seperti diketahui, Warji dan Slamet pemilik toko alat-alat listrik, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Cibadak No 328, RT 1 RW 1, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.
Kasus pembunuhan ini awalnya diketahui pertama kali oleh menantunya Antonius Masdi sekitar pukul 11.30 WIB, karena kedua mertuanya tidak ada kabar sejak pagi.
"Menantunya curiga, karena telepon rumah tidak diangkat. Lalu pas dicek lampu depan masih menyala," terang Ketua RW 1, Sofya (50) di lokasi kejadian.
Penasaran dengan kondisi mertuanya, sang menantu akhirnya memutuskan untuk memanjat dan naik ke lantai dua rumah melalui rumah tetangga. Setelah berhasil masuk, dia mendapati kedua mertuanya tewas.
Siapa orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan pedagang alat-alat listrik itu juga belum terindikasi.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa kami tangkap,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko, Jumat (24/8/2012).
Ditanya sejauh mana proses penyelidikan terhadap kasus yang sempat menyedot perhatian warga Kota Bandung ini, Wijonarko mengungkapkan masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.
“Sejauh ini masih pemeriksaan saksi. Pemeriksaan juga ada yang di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan wawancara biasa,” katanya.
Saat ini, Satreskrim Polrestabes Bandung telah memeriksa tujuh orang saksi termasuk dua di antaranya adalah keluarga korban.
Selain memeriksa saksi, polisi juga mengamankan barang bukti sebuah kursi yang digunakan pelaku untuk membunuh kedua korbannya.
Seperti diketahui, Warji dan Slamet pemilik toko alat-alat listrik, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Cibadak No 328, RT 1 RW 1, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.
Kasus pembunuhan ini awalnya diketahui pertama kali oleh menantunya Antonius Masdi sekitar pukul 11.30 WIB, karena kedua mertuanya tidak ada kabar sejak pagi.
"Menantunya curiga, karena telepon rumah tidak diangkat. Lalu pas dicek lampu depan masih menyala," terang Ketua RW 1, Sofya (50) di lokasi kejadian.
Penasaran dengan kondisi mertuanya, sang menantu akhirnya memutuskan untuk memanjat dan naik ke lantai dua rumah melalui rumah tetangga. Setelah berhasil masuk, dia mendapati kedua mertuanya tewas.
(lns)