Waspadai diare pascalebaran

Jum'at, 24 Agustus 2012 - 06:01 WIB
Waspadai diare pascalebaran
Waspadai diare pascalebaran
A A A
Sindonews.com - Diare selalu menjadi penyakit yang menyerang warga pascalebaran. Maka itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) mengimbau agar masyarakat mewaspadai penyakit ini.

“Sekarang yang diwaspadai diare, penyakit pasca puasa (lebaran) ini,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar Uus Sukmara, di Bandung, Kamis (23/8/2012).

Meski begitu, saat ini laporan kasus diare yang masuk ke Dinkes Jabar cenderung menurun. “Diare normal, bahkan cenderung menurun. Kalau pun ada itu mungkin saja masih bisa diatasi di rumah. Tapi secara umum engga ada kasus diare yang dikhawatirkan. Metinya di transisi dari puasa ke lebaran seperti ini diare meningkit,” jelasnya.

Kecenderungan menurunnya kasus diare, lanjut dia, diduga karena adanya pola makan masyarakat yang tidak berlebihan saat lebaran. Selain itu, saat ini masyarakat dihadapkan pada banyaknya makanan pilihan yang dijual, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan pola makan dari yang beresiko menimbulkan diare menjadi pola makan yang tidak beresiko menimbulkan diare.

Lanjutnya, berbeda dengan dulu di mana makanan lebaran seperti tumis yang dipanaskan dan dicampur-campur, sehingga memungkinkan makanan terkontaminasi dan menyebabkan diare.

“Kelihatanya di masyarakat ada pola makan yang tidak terlalu beresiko,” katanya.

Uus menegaskan, tidak ada pergeseran penyakit yang mungkin timbul selain diare pascalebaran. Dijelaskan, diare terkait dengan pencernaan.
Kalaupun ada penyakit lain yang biasa muncul pascalebaran, itu tidak terkait dengan pencernaan seperti pernyakit pernafasan. Meski begitu, penyakit pernafasan termasuk yang diwaspadai pascalebaran ini selain diare.

“Pernafasan engga kaitan langsung. Puasa kan kaitan dengan pencernaan. Tetapi yang punya kaitan KLB (Kejadian Luar Biasa) diare dan pernafasan,” ujarnya.

Jika terjadi diare, dia menyarankan supaya memerhatikan pola makan. Di antaranya jangan makan makanan yang kemungkinan terkontaminasi akibat sering dipanaskan, jangan makan pedas atau asam yang berlebihan seperti rujak, petis, bakso dan sejenisnya.

Dia juga menyarankan, supaya masyarakat membiasakan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan, hindari makanan yang mengandung santan dan cepat basi. Jika terjadi diare, sebaiknya segera menghubungi layangan kesehatan setempat.

“Di rumah sebaiknya banyak minum. Jika diare, harus memiliki persediaan oralit, jika diare belum berhenti jangan terlambat sampai terjadi dehidrasi. Terutama kasus berat biasanya terjadi pada balita atau bayi, pada dewasa umumnya cukup dengan minum. Pada balita lebih baik segera ke pelayanan jangan terlambat, supaya bisa ketolong. Karena kalau terlambat bisa berat dan harus diinfus,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinkes Jabar Alma Luchati menambahkan, penyakit diare sudah muncul di saat menjelang lebaran. Keluhan penyakit pencernaan ini sudah masuk ke dalam data posko layanan kesehatan lebaran di wilayah Jabar, yang jumlahnya ada 1.909 keluhan non kecelakaan.

Keluhan tersebut berasal dari pemudik sebanyak 579 orang dan sisanya dari kalangan umum dan petugas dengan total 1.909. “Data ini termasuk keluhan diare, pusing-pusing, kelelahan,” kata Alma.

Menurut Alma, diare dan mag memang menjadi penyakit yang harus diwaspadai terutama pada pascalebaran. “Kan setelah puasa maunya makan, jadi diare atau masalah di lambung. Atau makanan sudah beberapa hari dipanasin, dicampur, itu sebaiknya jangan,” sarannya.
(lns)
Berita Terkait
H-6 Lebaran, Kendaraan...
H-6 Lebaran, Kendaraan Pelat Jakarta dan Bogor Mulai Ramaikan Jalur Lingkar Gentong Tasikmalaya
5 Barang yang Harus...
5 Barang yang Harus Dibawa saat Mudik Lebaran 2023, Awas Jangan Sampai Tertinggal!
Tak Libur saat Cuti...
Tak Libur saat Cuti Bersama, Direksi BUMN IDSurvey Pantau Mudik di Pelabuhan
Waspada! 4 Penyakit...
Waspada! 4 Penyakit Ini Menyerang saat Mudik dan Lebaran
Rekomendasi Sleeper...
Rekomendasi Sleeper Bus Jakarta-Malang Mudik Lebaran 2024
Hiburan di Jalan: Tulisan...
Hiburan di Jalan: Tulisan Lucu di Belakang Motor Pemudik Kembali Menghiasi Mudik 2024
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
48 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
3 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
4 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Gejalanya Virus...
Waspadai Gejalanya Virus B Langka yang Ditemukan di Hong Kong
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved