Kondisi bandara Internasional Soetta memprihatinkan
Rabu, 22 Agustus 2012 - 20:44 WIB
Kondisi bandara Internasional Soetta memprihatinkan
A
A
A
Sindonews.com - Pembenahan dan penegakan aturan di Bandara Soekarno Hatta harus menjadi perhatian serius. Diharapkan ada perbaikan di tahun yang akan datang, dan perbaikan itu haruslah direncanakan sejak sekarang.
Anggota Komisi V DPR, Marwan Jafar mengaku prihatin dengan kondisi bandara Internasional Soekarno Hatta (Seotta) yang semrawut bak terminal bus."Pembenahan bandara ini harus signifikan, terencana dengan matang, dan teratur sehingga bisa menekan secara drastis angka kecelakaan, kriminalitas dan ketidakteraturan," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/8/2012).
Dia menjelaskan, sebagai bangsa, harus optimis untuk merealisasikan perubahan yang lebih konstruktif, akseleratif, dan moderen. Tidak hanya untuk bandara, namun juga semua alat dan sarana transportasi massal. Terlebih kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini angka kecelakaan dan kerugian akibat kemacetan saat mudik dan arus balik lebaran masih sangat tinggi.
"Data yang dirilis Polri menyebutkan bahwa kerugian materi akibat kecelakaan mencapai Rp5,70 miliar sejak Kamis 9 Agustus 2012 hingga Sabtu 18 Agustus 2012. Kerugian itu berasal dari 2.551 kecelakaan yang menyebabkan 446 orang meninggal dunia, 694 luka berat, dan 2.296 luka ringan. Data itu pun kemungkinan masih bertambah karena belum semua data masuk," tegasnya.
Anggota Komisi V DPR, Marwan Jafar mengaku prihatin dengan kondisi bandara Internasional Soekarno Hatta (Seotta) yang semrawut bak terminal bus."Pembenahan bandara ini harus signifikan, terencana dengan matang, dan teratur sehingga bisa menekan secara drastis angka kecelakaan, kriminalitas dan ketidakteraturan," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/8/2012).
Dia menjelaskan, sebagai bangsa, harus optimis untuk merealisasikan perubahan yang lebih konstruktif, akseleratif, dan moderen. Tidak hanya untuk bandara, namun juga semua alat dan sarana transportasi massal. Terlebih kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini angka kecelakaan dan kerugian akibat kemacetan saat mudik dan arus balik lebaran masih sangat tinggi.
"Data yang dirilis Polri menyebutkan bahwa kerugian materi akibat kecelakaan mencapai Rp5,70 miliar sejak Kamis 9 Agustus 2012 hingga Sabtu 18 Agustus 2012. Kerugian itu berasal dari 2.551 kecelakaan yang menyebabkan 446 orang meninggal dunia, 694 luka berat, dan 2.296 luka ringan. Data itu pun kemungkinan masih bertambah karena belum semua data masuk," tegasnya.
(kur)