H-7 Polri mencatat 979 lakalantas
Selasa, 14 Agustus 2012 - 17:22 WIB
H-7 Polri mencatat 979 lakalantas
A
A
A
Sindonews.com - Selama Operasi Ketupat yang digelar oleh Polri pada 11-13 Agustus 2012 lalu, tercatat ada 979 Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dan 1.029 kasus kejahatan selama arus mudik H-7 jelang Lebaran.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar menyampaikan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) selama tiga hari menjalankan Operasi Ketupat 2012, secara umum cukup kondusif.
"Kecelakaan yang menonjol terjadi di Jawa Tengah, dan Jawa Timur, termasuk juga angka kriminalitasnya. Kecelakaan didominasi di jalur Pantura," jelas Anang dalam siaran persnya di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Data yang dihimpun selama H-9 Lebaran ada 329 kasus lakalantas, disusul H-8 ada 304, dan H-7 sebanyak 346 lakalantas.
Sementara itu, data yang tercatat hingga H-7 ada 170 orang meninggal dunia, kemudian luka berat ada 207 orang dan luka ringan ada 872 orang.
Kemudian, untuk kejahatan selama arus mudik H-7 tercatat kejahatan Pencurian Berat (Curat) sebanyak 48 kasus, Pencurian dengan kekerasan (Curas) 24 kasus. Sedangkan Curas dengan senjata api 2 kasus, Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) 80 kasus, dan Penganiayaan berat (Anirat) 2 kasus.
Menurut Anang, data kejahatan terbanyak terjadi di Polda Jawa Timur dengan 72 kasus, Polda Jawa Tengah 33 kasus, Polda Metro Jaya 31 kasus, Polda Sulawesi Selatan 28 kasus, dan Polda Jawa Barat dengan 23 kasus.
Anang mengaku sejauh ini masih aman dan kondusif meskipun ada beberapa kecelakaan dan kejahatan pada setiap arus mudik. "Operasi Ketupat dalam keadaan aman dan masih kondusif," pungkasnya.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar menyampaikan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) selama tiga hari menjalankan Operasi Ketupat 2012, secara umum cukup kondusif.
"Kecelakaan yang menonjol terjadi di Jawa Tengah, dan Jawa Timur, termasuk juga angka kriminalitasnya. Kecelakaan didominasi di jalur Pantura," jelas Anang dalam siaran persnya di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Data yang dihimpun selama H-9 Lebaran ada 329 kasus lakalantas, disusul H-8 ada 304, dan H-7 sebanyak 346 lakalantas.
Sementara itu, data yang tercatat hingga H-7 ada 170 orang meninggal dunia, kemudian luka berat ada 207 orang dan luka ringan ada 872 orang.
Kemudian, untuk kejahatan selama arus mudik H-7 tercatat kejahatan Pencurian Berat (Curat) sebanyak 48 kasus, Pencurian dengan kekerasan (Curas) 24 kasus. Sedangkan Curas dengan senjata api 2 kasus, Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) 80 kasus, dan Penganiayaan berat (Anirat) 2 kasus.
Menurut Anang, data kejahatan terbanyak terjadi di Polda Jawa Timur dengan 72 kasus, Polda Jawa Tengah 33 kasus, Polda Metro Jaya 31 kasus, Polda Sulawesi Selatan 28 kasus, dan Polda Jawa Barat dengan 23 kasus.
Anang mengaku sejauh ini masih aman dan kondusif meskipun ada beberapa kecelakaan dan kejahatan pada setiap arus mudik. "Operasi Ketupat dalam keadaan aman dan masih kondusif," pungkasnya.
(mhd)