Anggota TNI di Papua, dikeroyok hingga kritis
Minggu, 12 Agustus 2012 - 16:08 WIB
Anggota TNI di Papua, dikeroyok hingga kritis
A
A
A
Sindonews.com - Kekerasan kembali terjadi terhadap anggota TNI di Papua. Salah seorang anggota Kodam XVII/Cendrawasih dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Korban yang diketahui bernama Pratu Michael Wantik mengalami luka bacok di bagian bawah telinga, dua luka sayat di lengan bagian kiri, serta luka sayat di pangkal paha bagian atas.
Kejadian tersebut bermula saat Michael sedang melakukan lari sore sekira pukul 17.30 WITA, di Stadion Persidafon Sabtu 11 Agustus 2012 lalu. Michael yang ketika itu tengah berlatih untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) tiba-tiba diteriaki tiga orang yang melarang Michael untuk lari di stadion.
Michael pun langsung menanggapi larangan itu dengan menghampiri para pelaku. Tak suka dengan tanggapan Michael, tiga warga tak dikenal tersebut mengejar korban lalu melakukan pengeroyokan.
Para pelaku mengeroyok Michael dengan menggunakan senjata tajam sejenis parang yang mengakibatkan luka di bagian leher, lengan sebelah kiri, dan pangkal paha kiri bagian atas korban. Melihat korban sudah tak berdaya, ketiga pelaku lalu melarikan diri.
Komandan Batalyon infanteri 751/BS Vira Jaya Sakthi, Letkol Inf Rahman Yadi mengatakan, setelah dikeroyok korban yang masih selamat langsung kembali ke markas Batalyon 751/BS dengan keadaan luka-luka. Pihaknya langsung melarikan Michael ke Rumah Sakit Angkatan Darat Marthen Indey.
"Korban selamat, dan masih mendapat perawatan di rumah sakit. Saat ini kami masih menelusuri peristiwa pengeroyokan ini," katanya di Sentani, Papua, Minggu (12/8/2012).
Korban yang diketahui bernama Pratu Michael Wantik mengalami luka bacok di bagian bawah telinga, dua luka sayat di lengan bagian kiri, serta luka sayat di pangkal paha bagian atas.
Kejadian tersebut bermula saat Michael sedang melakukan lari sore sekira pukul 17.30 WITA, di Stadion Persidafon Sabtu 11 Agustus 2012 lalu. Michael yang ketika itu tengah berlatih untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) tiba-tiba diteriaki tiga orang yang melarang Michael untuk lari di stadion.
Michael pun langsung menanggapi larangan itu dengan menghampiri para pelaku. Tak suka dengan tanggapan Michael, tiga warga tak dikenal tersebut mengejar korban lalu melakukan pengeroyokan.
Para pelaku mengeroyok Michael dengan menggunakan senjata tajam sejenis parang yang mengakibatkan luka di bagian leher, lengan sebelah kiri, dan pangkal paha kiri bagian atas korban. Melihat korban sudah tak berdaya, ketiga pelaku lalu melarikan diri.
Komandan Batalyon infanteri 751/BS Vira Jaya Sakthi, Letkol Inf Rahman Yadi mengatakan, setelah dikeroyok korban yang masih selamat langsung kembali ke markas Batalyon 751/BS dengan keadaan luka-luka. Pihaknya langsung melarikan Michael ke Rumah Sakit Angkatan Darat Marthen Indey.
"Korban selamat, dan masih mendapat perawatan di rumah sakit. Saat ini kami masih menelusuri peristiwa pengeroyokan ini," katanya di Sentani, Papua, Minggu (12/8/2012).
(lil)