Temui Ketua MPR, Kaukus ABCD bahas Pilgub damai
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 08:20 WIB
Temui Ketua MPR, Kaukus ABCD bahas Pilgub damai
A
A
A
Sindonews.com - Inisiator Kaukus Anak Bangsa Cinta Damai (ABCD) Ali Masykur Musa menemui Ketua MPR RI Taufiq Kiemas guna meminta solusi agar Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua berlangsung damai, aman, dan demokratis.
Menurut Ali Masykur Musa, potensi konflik pada Pilgub DKI Jakarta bisa terjadi, karena Jakarta merupakan daerah yang penuh dengan kompleksitas. “Nah, kedatangan kami ke Pak Taufiq adalah salah satu upaya untuk mencari solusi dan mengantisipasi segala hal negatif yang bisa saja muncul akibat pilgub, sebab fenomena ke arah itu sudah terlihat,” kata Ali Masykur Musa seusai pertemuan dengan Taufiq Kiemas di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 9 Agustus 2012.
Ali Masykur yang datang ber sama anggota Kaukus ABCD lainnya seperti Lieus Sungkharisma, Cyirillus I Kerong, dan Jan Pieter Pangaribuan.
Kaukus ABCD juga akan me lakukan halal bihalal dengan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). “Ini demi meredakan ketegangan dan menghindari efek negatif yang tak diinginkan menjelang dan sesudah pencoblosan. Pilgub jangan sampai memicu konflik dan merusak tujuan demokrasi,” terang dia.
DKI Jakarta sebagai miniatur Indonesia, kata anggota BPK itu, sangat disayangkan jika ada segelintir orang yang merusak suasana demokrasi.
“Jangan sampai masyarakat terpancing dengan isu negatif seperti SARA, yang di embuskan pihak tak bertanggung jawab,” kata Ali Masykur.
Lebih lanjut, mantan ketua umum PB PMII ini menyebutkan Kaukus ABCD juga akan melakukan road show kepada partai-partai dan pimpinan partai untuk bersama-sama mencegah akibat negatif dari Pilgub DKI Jakarta.
Sementara itu, Taufiq Kiemas menyambut positif usulan Kaukus ABCD ini. Menurut dia, sudah sepatutnya Pilgub DKI Jakarta berlangsung aman dan damai. Dia juga mengklaim, penanaman empat pilar bangsa menunjukkan hasil yang baik di Pilgub DKI Jakarta.
Menurutnya, tidak masalah bila saat ini isu SARA sengaja disebarkan, sebab empat pilar ini yang akan menyelesaikan konflik SARA tersebut. “Siapa yang kalah mau pun menang, yang paling penting harus nasionalis,” ujarnya.
Seperti diberitakan, menjelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, penyebaran isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) cukup marak. Bahkan, di beberapa sudut kota ditemukan sejumlah spanduk bermuatan SARA. Tak hanya itu, raja dangdut Rhoma Irama juga diperiksa Panwaslu DKI Jakarta karena isi ceramahnya diduga bermuatan SARA.
Menurut Ali Masykur Musa, potensi konflik pada Pilgub DKI Jakarta bisa terjadi, karena Jakarta merupakan daerah yang penuh dengan kompleksitas. “Nah, kedatangan kami ke Pak Taufiq adalah salah satu upaya untuk mencari solusi dan mengantisipasi segala hal negatif yang bisa saja muncul akibat pilgub, sebab fenomena ke arah itu sudah terlihat,” kata Ali Masykur Musa seusai pertemuan dengan Taufiq Kiemas di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 9 Agustus 2012.
Ali Masykur yang datang ber sama anggota Kaukus ABCD lainnya seperti Lieus Sungkharisma, Cyirillus I Kerong, dan Jan Pieter Pangaribuan.
Kaukus ABCD juga akan me lakukan halal bihalal dengan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). “Ini demi meredakan ketegangan dan menghindari efek negatif yang tak diinginkan menjelang dan sesudah pencoblosan. Pilgub jangan sampai memicu konflik dan merusak tujuan demokrasi,” terang dia.
DKI Jakarta sebagai miniatur Indonesia, kata anggota BPK itu, sangat disayangkan jika ada segelintir orang yang merusak suasana demokrasi.
“Jangan sampai masyarakat terpancing dengan isu negatif seperti SARA, yang di embuskan pihak tak bertanggung jawab,” kata Ali Masykur.
Lebih lanjut, mantan ketua umum PB PMII ini menyebutkan Kaukus ABCD juga akan melakukan road show kepada partai-partai dan pimpinan partai untuk bersama-sama mencegah akibat negatif dari Pilgub DKI Jakarta.
Sementara itu, Taufiq Kiemas menyambut positif usulan Kaukus ABCD ini. Menurut dia, sudah sepatutnya Pilgub DKI Jakarta berlangsung aman dan damai. Dia juga mengklaim, penanaman empat pilar bangsa menunjukkan hasil yang baik di Pilgub DKI Jakarta.
Menurutnya, tidak masalah bila saat ini isu SARA sengaja disebarkan, sebab empat pilar ini yang akan menyelesaikan konflik SARA tersebut. “Siapa yang kalah mau pun menang, yang paling penting harus nasionalis,” ujarnya.
Seperti diberitakan, menjelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, penyebaran isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) cukup marak. Bahkan, di beberapa sudut kota ditemukan sejumlah spanduk bermuatan SARA. Tak hanya itu, raja dangdut Rhoma Irama juga diperiksa Panwaslu DKI Jakarta karena isi ceramahnya diduga bermuatan SARA.
(lil)