Anggota polisi ditusuk oknum tentara
Kamis, 09 Agustus 2012 - 08:58 WIB
Anggota polisi ditusuk oknum tentara
A
A
A
Sindonews.com - Briptu Jaya Effendi, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pasemah Air keruh (Paiker) Polres Lahat, ditusuk oleh oknum anggota TNI berinisial Sertu DD.
Kejadian ini berlangsung tak jauh dari kos-kosan korban di Gang Cempaka, Kota Baru, Kota Lahat, Selasa 7 Agustus sekitar pukul 18.45 WIB. Peristiwa berawal saat Briptu Jaya bersama kedua rekannya, Briptu Nopriansyah dan Briptu Anggoro, berkumpul di ruangan tengah lantai dua koskosan. Tak lama berselang, dari arah pintu kamar yang terbuka tersebut datang pelaku.
Tidak diketahui apakah sempat terjadi perang mulut atau langsung baku hantam antara keduanya, tiba-tiba korban langsung roboh bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian perut. Seusai melukai korban, pelaku yang saat itu menggunakan sepeda motor langsung kabur dari lokasi. Kedua rekan korban yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lahat untuk mendapatkan pertolongan.
Sulis, 30, kerabat pemilik tempat kos, mengaku sempat mendengar suara ribut-ribut dari lantai dua rumahnya. Hanya, dia tidak berani keluar rumah lantaran hanya sendirian.
“Suaranya gaduh seperti orang berkelahi, tapi setelah itu hilang. Saya hanya mengintip dari jendela dan melihat di luar banyak motor. Saat itu Suami saya serta kakak saya sedang keluar untuk tarawih. Saya takut, makanya saya kunci pintu,” ujar Sulis menjelaskan Rabu 8 agustus 2012.
Sementara itu, Kapores Lahat AKBP Benni Subandi melalui Kabid Humas Polres Lahat Ipda Djoko Santoso membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, dari hasil penyidikan diduga pelakunya masih berstatus anggota TNI dan saat ini sudah diamankan di Subdenpom Lahat.
“Pelaku diduga datang sendirian dan langsung masuk ke rumah,” ujarnya.
Meski demikian, Djoko mengaku belum bisa memberikan kesimpulan mengenai motif peristiwa ini, mengingat pihaknya bersama Subdenpom tengah melakukan penyelidikan.
“Kita belum tahu. Yang jelas ini permasalahan pribadi. Untuk pastinya kita masih melakukan penyelidikan dan koordinasi lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, kondisi Briptu Jaya pascapenusukan masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kabupaten Lahat. Diduga pisau lipat yang digunakan pelaku mengenai usus dan harus menjalani operasi.
“Korban memang bertugas di Polsek Pasemah Air Keruh, hanya sedang libur (off) kerja,” kata dia.
Pascapenusukan itu, tim Polres Lahat dan sejumlah TNI AD terlihat berkumpul di ruangan operasi ICU RSUD Lahat. Bahkan,Kasatreskrim Polres Lahat AKP God Parlasro langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. “Jangan sampai muncul isu provokatif. Dugaan kita masalah ini masalah pribadi. Jadi tidak ada kaitannya dengan institusi,”tandasnya.
Kapendam II Sriwijaya Kolonel Arm Jauhari Agus mengaku telah mendapatkan laporan mengenai aksi penusukan tersebut.Kendati demikian, dia juga membantah jika penyebab penusukan didasari dendam lama.
“Itu hanya salah paham. Apalagi keduanya masih terhitung saudara. Bahkan, mereka juga pernah tinggal satu atap. Jadi tidak ada permasalahan lagi dan semuanya sudah diselesaikan baik-baik. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan institusi,” ujarnya saat dihubungi via ponselnya semalam.
Kejadian ini berlangsung tak jauh dari kos-kosan korban di Gang Cempaka, Kota Baru, Kota Lahat, Selasa 7 Agustus sekitar pukul 18.45 WIB. Peristiwa berawal saat Briptu Jaya bersama kedua rekannya, Briptu Nopriansyah dan Briptu Anggoro, berkumpul di ruangan tengah lantai dua koskosan. Tak lama berselang, dari arah pintu kamar yang terbuka tersebut datang pelaku.
Tidak diketahui apakah sempat terjadi perang mulut atau langsung baku hantam antara keduanya, tiba-tiba korban langsung roboh bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian perut. Seusai melukai korban, pelaku yang saat itu menggunakan sepeda motor langsung kabur dari lokasi. Kedua rekan korban yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lahat untuk mendapatkan pertolongan.
Sulis, 30, kerabat pemilik tempat kos, mengaku sempat mendengar suara ribut-ribut dari lantai dua rumahnya. Hanya, dia tidak berani keluar rumah lantaran hanya sendirian.
“Suaranya gaduh seperti orang berkelahi, tapi setelah itu hilang. Saya hanya mengintip dari jendela dan melihat di luar banyak motor. Saat itu Suami saya serta kakak saya sedang keluar untuk tarawih. Saya takut, makanya saya kunci pintu,” ujar Sulis menjelaskan Rabu 8 agustus 2012.
Sementara itu, Kapores Lahat AKBP Benni Subandi melalui Kabid Humas Polres Lahat Ipda Djoko Santoso membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, dari hasil penyidikan diduga pelakunya masih berstatus anggota TNI dan saat ini sudah diamankan di Subdenpom Lahat.
“Pelaku diduga datang sendirian dan langsung masuk ke rumah,” ujarnya.
Meski demikian, Djoko mengaku belum bisa memberikan kesimpulan mengenai motif peristiwa ini, mengingat pihaknya bersama Subdenpom tengah melakukan penyelidikan.
“Kita belum tahu. Yang jelas ini permasalahan pribadi. Untuk pastinya kita masih melakukan penyelidikan dan koordinasi lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, kondisi Briptu Jaya pascapenusukan masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kabupaten Lahat. Diduga pisau lipat yang digunakan pelaku mengenai usus dan harus menjalani operasi.
“Korban memang bertugas di Polsek Pasemah Air Keruh, hanya sedang libur (off) kerja,” kata dia.
Pascapenusukan itu, tim Polres Lahat dan sejumlah TNI AD terlihat berkumpul di ruangan operasi ICU RSUD Lahat. Bahkan,Kasatreskrim Polres Lahat AKP God Parlasro langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. “Jangan sampai muncul isu provokatif. Dugaan kita masalah ini masalah pribadi. Jadi tidak ada kaitannya dengan institusi,”tandasnya.
Kapendam II Sriwijaya Kolonel Arm Jauhari Agus mengaku telah mendapatkan laporan mengenai aksi penusukan tersebut.Kendati demikian, dia juga membantah jika penyebab penusukan didasari dendam lama.
“Itu hanya salah paham. Apalagi keduanya masih terhitung saudara. Bahkan, mereka juga pernah tinggal satu atap. Jadi tidak ada permasalahan lagi dan semuanya sudah diselesaikan baik-baik. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan institusi,” ujarnya saat dihubungi via ponselnya semalam.
(azh)