Gejolak di Golkar belum reda

Kamis, 09 Agustus 2012 - 08:33 WIB
Gejolak di Golkar belum...
Gejolak di Golkar belum reda
A A A
Sindonews.com - Gejolak internal Partai Golkar terkait dukungan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta terus berlanjut. DPD I Partai Golkar DKI Jakarta menentang sikap DPP Partai Golkar yang ingin bersikap netral.

Sekretaris DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Zainuddin menuding elite DPP tidak paham terhadap perkembangan dinamika politik di Ibu Kota. Menurut dia, dukungan kepada pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) memiliki nilai politik tersendiri, ketimbang memilih netral.

“DPP itu telat mikir bagaimana dinamika politik di DKI Jakarta ini,” kata Zainuddin di Jakarta, Rabu 8 Agustus 2012.

Mengenai ketidakhadiran Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Prya Ramadhani saat menyampaikan dukungan kepada Foke-Nara, Zainuddin berdalih koleganya tersebut sedang sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan.

Ketidakhadiran Prya Ramadhani disebut-sebut karena mendukung pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Dia mengungkapkan, sebelum menyampaikan dukungan politik, pihaknya sudah mendapatkan restu dari Prya Ramadhani. Bahkan, penyampaian dukungan ini berdasarkan petunjuk besan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie (Ical).

“Tidak mungkin Pak Prya memiliki sikap politik yang berbeda dengan kami. Beliau saja dalam kondisi sakit. Tidak mungkin mengikuti pilihan politik orang lain,” kilahnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Tohari menegaskan bahwa parpol berlambang pohon beringin itu memilih netral. “Golkar melepaskan pilihan kepada anggotanya dengan alasan pertama, Partai Golkar tidak punya calon lagi. Untuk apa terlalu bersemangat?” kata Hajriyanto Y Tohari.

Keputusan DPP tersebut, kata dia, untuk membuktikan bahwa partainya tidak mau melakukan politik transaksional dengan calon atau parpol yang mengusungnya. “Kedua, menghindari prasangka adanya politik transaksional dengan cagub/parpol tertentu,” jelas dia.

Sementara itu, juru bicara Foke-Nara, Nova Rianti Yusuf memaklumi perbedaan sikap di internal Partai Golkar. Menurut dia, perbedaan tersebut merupakan hal yang lumrah.

“Parpol bukanlah penjara bagi kadernya untuk bersikap. Mereka bebas menentukan sikap politiknya. Partai sebagai ranah demokrasi menghargai kebebasan individunya,” ujar Nova.

Kini tinggal seberapa besar kadar toleransi pimpinan parpol itu terhadap kadernya ketika membuat sikap berbeda, termasuk juga perbedaan di Golkar antara DPP dan DPD DKI.

“Kalau kami dari tim Fauzi Bowo-Nara, mengapresiasi sikap DPD I DKI Golkar, tidak menyikapi perbedaan-perbedaan dalam Golkar. Itu lebih erat kaitannya dengan kadar toleransi internal,” ujar politikus Partai Demokrat ini.
(lil)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
7 menit yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
50 menit yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
10 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
11 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
11 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
12 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved