Tambora dijuluki wilayah arisan kebakaran dari ASEAN
Kamis, 09 Agustus 2012 - 08:17 WIB
Tambora dijuluki wilayah arisan kebakaran dari ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - Dalam 13 hari terakhir sejak akhir Juli hingga kemarin, tercatat dua kali peristiwa kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk Tambora, Jakarta Barat. Karena seringnya terjadi kebakaran, kawasan Tambora mendapat label sebagai wilayah 'arisan' kebakaran dari ASEAN.
“Kita sudah mendapat cap sebagai tempat ‘arisan’ kebakaran oleh ASEAN karena terlalu sering kebakaran besar. Hampir setiap minggu ada laporan kebakaran di Tambora,” ujar Kasudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat Abdul Karim Huat saat dihubungi di Jakarta, Rabu 8 Agustus 2012.
Menurut Karim, label 'arisan' kebakaran oleh ASEAN ini bukanlah sebuah hal yang membanggakan untuk warga Jakarta Barat, khususnya warga Tambora. Label ini didapat saat Karim melakukan pertemuan dengan instansi pemadam kebakaran negara-negara ASEAN di Malaysia dua tahun lalu. Karim menilai kesalahan tata ruang yang selama ini bertahan dan terus tumbuh di tengah-tengah wilayah tersebut, membuat peristiwa kebakaran menjadi sebuah rutinitas yang tidak dapat dihindarkan.
Tuntutan ekonomi yang tinggi membuat konsentrasi penduduk di sini menjadikan kawasan tersebut sebagai home industry. Banyaknya home industry di Tambora tentunya berimbas pada tingginya pemakaian listrik di wilayah tersebut. Yang menjadi permasalahan, banyak warga yang tidak memerhatikan bahan-bahan listrik yang mereka gunakan untuk mengaliri listrik ke rumah-rumah mereka. “Bahan-bahan listrik yang berkualitas rendah inilah yang mampu meningkatkan terjadinya resistensi ketika ada percikan api, hingga berujung pada kebakaran," ucapnya.
Selain itu, kesadaran warga yang masih sering menggunakan steker listrik secara bertumpuk dapat memicu terjadinya korsleting juga dianggap masih minim. Catatan SINDO di Kecamatan Tambora telah terjadi dua kebakaran. Pada 28 Juli 2012 lalu, 200 rumah milik warga di Pekojan, Tambora terbakar. Bukan hanya kerugian materi, dalam kebakaran ini dua bocah tewas terbakar.
Yang terbaru, Rabu, 8 Agustus 2012 dini hari pagi kemarin, 75 rumah di RW 07, Krendang, Tambora, terbakar. Kasie Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Sutarno menyebutkan kebakaran kali ini terjadi karena arus pendek listrik.
“Kita sudah mendapat cap sebagai tempat ‘arisan’ kebakaran oleh ASEAN karena terlalu sering kebakaran besar. Hampir setiap minggu ada laporan kebakaran di Tambora,” ujar Kasudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat Abdul Karim Huat saat dihubungi di Jakarta, Rabu 8 Agustus 2012.
Menurut Karim, label 'arisan' kebakaran oleh ASEAN ini bukanlah sebuah hal yang membanggakan untuk warga Jakarta Barat, khususnya warga Tambora. Label ini didapat saat Karim melakukan pertemuan dengan instansi pemadam kebakaran negara-negara ASEAN di Malaysia dua tahun lalu. Karim menilai kesalahan tata ruang yang selama ini bertahan dan terus tumbuh di tengah-tengah wilayah tersebut, membuat peristiwa kebakaran menjadi sebuah rutinitas yang tidak dapat dihindarkan.
Tuntutan ekonomi yang tinggi membuat konsentrasi penduduk di sini menjadikan kawasan tersebut sebagai home industry. Banyaknya home industry di Tambora tentunya berimbas pada tingginya pemakaian listrik di wilayah tersebut. Yang menjadi permasalahan, banyak warga yang tidak memerhatikan bahan-bahan listrik yang mereka gunakan untuk mengaliri listrik ke rumah-rumah mereka. “Bahan-bahan listrik yang berkualitas rendah inilah yang mampu meningkatkan terjadinya resistensi ketika ada percikan api, hingga berujung pada kebakaran," ucapnya.
Selain itu, kesadaran warga yang masih sering menggunakan steker listrik secara bertumpuk dapat memicu terjadinya korsleting juga dianggap masih minim. Catatan SINDO di Kecamatan Tambora telah terjadi dua kebakaran. Pada 28 Juli 2012 lalu, 200 rumah milik warga di Pekojan, Tambora terbakar. Bukan hanya kerugian materi, dalam kebakaran ini dua bocah tewas terbakar.
Yang terbaru, Rabu, 8 Agustus 2012 dini hari pagi kemarin, 75 rumah di RW 07, Krendang, Tambora, terbakar. Kasie Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Sutarno menyebutkan kebakaran kali ini terjadi karena arus pendek listrik.
(lil)