Ribuan rumah di perbatasan tak layak huni
Rabu, 08 Agustus 2012 - 14:25 WIB
Ribuan rumah di perbatasan tak layak huni
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan rumah penduduk di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak layak huni.
“Jumlah rumah tangga di Timor Tengah Utara sebanyak 63.338 KK. Dari jumlah itu 49.473 itu masuk kategori rumah yang tidak layak huni, angka tersebut lebih didominasi oleh penduduk yang tinggal di garis perbatasan Indonesia dan Timor Leste,” ujar Raymundus Fernandes, Bupati Timor Tengah Utara di Kefamenanu, Rabu (8/8/2012).
Kriteria yang menunjukan ribuan rumah tak layak huni itu di antaranya, rumah berlantai tanah, dinding bukan tembok, atap bukan seng, luas bangunan kurang dari delapan meter persegi, tidak memiliki MCK dan tidak memiliki listrik.
Menurut Raymundus, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk mengatasi permasalahan perumahan di wilayah tersebut. Tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan bantuan pembangunan sekitar 7.000 unit rumah bagi warga tak mampu di wilayah tersebut.
“Tahun ini ada bantuan perumahan, tetapi difokuskan bagi warga di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan eks warga Timor Timur yang menetap di wilayah tersebut,” tandasnya.
Hasil pantauan wartawan sebelumnya, tidak saja kondisi rumah warga perbatasan yang memprihatinkan, akses jalan menuju wilayah perbatasan juga berlubang, arus transportasi juga sulit, demikian juga fasilitas komunikasi.
“Jumlah rumah tangga di Timor Tengah Utara sebanyak 63.338 KK. Dari jumlah itu 49.473 itu masuk kategori rumah yang tidak layak huni, angka tersebut lebih didominasi oleh penduduk yang tinggal di garis perbatasan Indonesia dan Timor Leste,” ujar Raymundus Fernandes, Bupati Timor Tengah Utara di Kefamenanu, Rabu (8/8/2012).
Kriteria yang menunjukan ribuan rumah tak layak huni itu di antaranya, rumah berlantai tanah, dinding bukan tembok, atap bukan seng, luas bangunan kurang dari delapan meter persegi, tidak memiliki MCK dan tidak memiliki listrik.
Menurut Raymundus, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk mengatasi permasalahan perumahan di wilayah tersebut. Tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan bantuan pembangunan sekitar 7.000 unit rumah bagi warga tak mampu di wilayah tersebut.
“Tahun ini ada bantuan perumahan, tetapi difokuskan bagi warga di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan eks warga Timor Timur yang menetap di wilayah tersebut,” tandasnya.
Hasil pantauan wartawan sebelumnya, tidak saja kondisi rumah warga perbatasan yang memprihatinkan, akses jalan menuju wilayah perbatasan juga berlubang, arus transportasi juga sulit, demikian juga fasilitas komunikasi.
(azh)