Supir bus masih kritis, penyelidikan terhenti
Rabu, 08 Agustus 2012 - 11:38 WIB
Supir bus masih kritis, penyelidikan terhenti
A
A
A
Sindonews.com - Penyelidikan mendalam atas kecelakaan maut yang melibatkan bus Harapan Jaya dengan truk dan dua sepeda motor belum bisa dilakukan. Polisi belum bisa meminta keterangan dari sopir bus Harapan Jaya yang hingga kini masih dalam keadaan kritis
Polisi hingga kini belum bisa mengembangkan kecelakaaan maut yang merenggut nyawa delapan orang ini di Jalan Raya Trosobo Taman, Sidoarjo, Jawa Timur (jatim). Pengemudi bus Harapan Jaya, Subali (39) hingga kini masih terbaring kritis di Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah, Sidoarjo.
salah seorang dokter jaga di RS Siti Khodijah, Panggulu Prakoso mengatakan kondisi sopir bus hingga kini belum memungkinkan untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
"Kondisinya masih kritis. Ya belum bisa ditanya atau memberikan keterangan kepada polisi," ujar Panggulu menjelaskan kepada wartawan di RS Siti Khodijah, Rabu (8/8/2012).
Subali merupakan pengemudi bus Harapan Jaya yang menjadi saksi kunci dalam kecelakaan maut itu. Meski polisi menduga kecelakaan itu akibat human error pengemudi bus, namun hingga kini
polisi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kecelakaan tersebut
Tumiran, orang tua Subari mengatakan sebelum mengemudikan bus Harapan Jaya, Subali ternyata seorang pengemudi mikrolet angkutan pedesaan biasa. Subali baru bekerja sebagai pengemudi bus sekira satu tahun.
Sebagian korban kecelakaan bus Harapan Jaya yang dirawat di RS Siti Khodijah, Sidoarjo kini sudah dipulangkan. Hanya empat korban termasuk pengemudi bus yang msih dirawat antaran mengalami gegar otak sedang.
Polisi hingga kini belum bisa mengembangkan kecelakaaan maut yang merenggut nyawa delapan orang ini di Jalan Raya Trosobo Taman, Sidoarjo, Jawa Timur (jatim). Pengemudi bus Harapan Jaya, Subali (39) hingga kini masih terbaring kritis di Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah, Sidoarjo.
salah seorang dokter jaga di RS Siti Khodijah, Panggulu Prakoso mengatakan kondisi sopir bus hingga kini belum memungkinkan untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
"Kondisinya masih kritis. Ya belum bisa ditanya atau memberikan keterangan kepada polisi," ujar Panggulu menjelaskan kepada wartawan di RS Siti Khodijah, Rabu (8/8/2012).
Subali merupakan pengemudi bus Harapan Jaya yang menjadi saksi kunci dalam kecelakaan maut itu. Meski polisi menduga kecelakaan itu akibat human error pengemudi bus, namun hingga kini
polisi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kecelakaan tersebut
Tumiran, orang tua Subari mengatakan sebelum mengemudikan bus Harapan Jaya, Subali ternyata seorang pengemudi mikrolet angkutan pedesaan biasa. Subali baru bekerja sebagai pengemudi bus sekira satu tahun.
Sebagian korban kecelakaan bus Harapan Jaya yang dirawat di RS Siti Khodijah, Sidoarjo kini sudah dipulangkan. Hanya empat korban termasuk pengemudi bus yang msih dirawat antaran mengalami gegar otak sedang.
(azh)