Tak diberi pinjaman uang, anak aniaya ibu
Rabu, 08 Agustus 2012 - 08:23 WIB
Tak diberi pinjaman uang, anak aniaya ibu
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai seorang anak sudah seharusnya kita dapat memberikan kebahagiaan kepada orang tua kita pada hari tuanya. Bukan sebaliknya, membuat orang tua menderita.
Tapi, itulah yang dilakukan Januar. Lelaki berusia 47 tahun ini nekat menusuk Musriyah (67), ibu kandungnya, menggunakan sebuah gunting. Kisah anak yang tega mencelakai ibunya pada bulan puasa ini terjadi di rumah indekos milik Musriyah di Jalan Setiabudi Timur 4, Jakarta Selatan, pada pukul 02.00 WIB Selasa 7 Agustus 2012 dini hari.
Kanit Reskrim Polres Setiabudi Komisaris Polisi (Kompol) Riftajudin menerangkan, kejadian ini bermula saat Januar mendatangi rumah orang tuanya yang memiliki indekos tersebut.
Sebagai seorang ibu yang kedatangan anaknya, Musriyah pun menyambut ramah kedatangan sang buah hatinya. Perbincangan pun mulai terjadi antara Januar dan ibunya yang sudah keriput itu. Dalam perbincangan inilah, Januar mengutarakan maksud kepada sang ibu untuk meminta sejumlah uang.
Permintaan sang anak ini rupanya ditanggapi dingin oleh sang ibu. Musriyah bahkan menanggapi permintaan sang anak dengan mengeluarkan kata-kata dari mulutnya yang membuat Januar pun naik pitam. Januar yang kesal dimarahi ibunya ini mengambil sebuah gunting yang tersimpan di dalam lemari tempat ibunya tinggal.
Dengan penuh amarah, Januar menusukkan gunting yang dipegangnya ke perut wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya ini. Tusukan gunting ini membuat Musriyah mengerang kesakitan. Erangan wanita lanjut usia ini didengar sejumlah penghuni indekos lainnya yang bergegas mendatangi kamar Musriyah.
Oleh sejumlah penghuni indekos, korban dilarikan ke RS Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Adapun Januar hanya bisa pasrah saat ditangkap penghuni indekos dengan masih memegang gunting di tangannya.
Dibantu pengurus RT setempat, Januar pun diserahkan ke Polsek Setiabudi. Kompol Riftajudin menuturkan, berdasarkan keterangan pelaku, dirinya menusukkan gunting ke perut ibunya sebanyak satu kali. "Motif penusukan ini karena korban kesal mau pinjam uang untuk berobat, tapi dimarahi ibunya,” tutur Riftajudin, yang menyebutkan bahwa korban menderita penyakit liver.
Seorang saksi mata, Sarip, mengatakan, saat kejadian dirinya tengah menonton televisi sambil menunggu waktu sahur. Ketika itulah terdengar teriakan korban yang meminta pertolongan. Mendengar teriakan ini, sejumlah penghuni indekos bergegas mendatangi kamar korban dan mendapati korban dalam keadaan terluka sambil memegangi perutnya. “Sebelum Bu Haji ditusuk, saya dengar cekcok mulut antara Bu Haji dan pelaku. Tak lama kemudian Bu Haji berteriak minta tolong,” ungkapnya.
Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Januar harus mendekam di sel tahanan Polsek Setiabudi dan terancam dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Tapi, itulah yang dilakukan Januar. Lelaki berusia 47 tahun ini nekat menusuk Musriyah (67), ibu kandungnya, menggunakan sebuah gunting. Kisah anak yang tega mencelakai ibunya pada bulan puasa ini terjadi di rumah indekos milik Musriyah di Jalan Setiabudi Timur 4, Jakarta Selatan, pada pukul 02.00 WIB Selasa 7 Agustus 2012 dini hari.
Kanit Reskrim Polres Setiabudi Komisaris Polisi (Kompol) Riftajudin menerangkan, kejadian ini bermula saat Januar mendatangi rumah orang tuanya yang memiliki indekos tersebut.
Sebagai seorang ibu yang kedatangan anaknya, Musriyah pun menyambut ramah kedatangan sang buah hatinya. Perbincangan pun mulai terjadi antara Januar dan ibunya yang sudah keriput itu. Dalam perbincangan inilah, Januar mengutarakan maksud kepada sang ibu untuk meminta sejumlah uang.
Permintaan sang anak ini rupanya ditanggapi dingin oleh sang ibu. Musriyah bahkan menanggapi permintaan sang anak dengan mengeluarkan kata-kata dari mulutnya yang membuat Januar pun naik pitam. Januar yang kesal dimarahi ibunya ini mengambil sebuah gunting yang tersimpan di dalam lemari tempat ibunya tinggal.
Dengan penuh amarah, Januar menusukkan gunting yang dipegangnya ke perut wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya ini. Tusukan gunting ini membuat Musriyah mengerang kesakitan. Erangan wanita lanjut usia ini didengar sejumlah penghuni indekos lainnya yang bergegas mendatangi kamar Musriyah.
Oleh sejumlah penghuni indekos, korban dilarikan ke RS Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Adapun Januar hanya bisa pasrah saat ditangkap penghuni indekos dengan masih memegang gunting di tangannya.
Dibantu pengurus RT setempat, Januar pun diserahkan ke Polsek Setiabudi. Kompol Riftajudin menuturkan, berdasarkan keterangan pelaku, dirinya menusukkan gunting ke perut ibunya sebanyak satu kali. "Motif penusukan ini karena korban kesal mau pinjam uang untuk berobat, tapi dimarahi ibunya,” tutur Riftajudin, yang menyebutkan bahwa korban menderita penyakit liver.
Seorang saksi mata, Sarip, mengatakan, saat kejadian dirinya tengah menonton televisi sambil menunggu waktu sahur. Ketika itulah terdengar teriakan korban yang meminta pertolongan. Mendengar teriakan ini, sejumlah penghuni indekos bergegas mendatangi kamar korban dan mendapati korban dalam keadaan terluka sambil memegangi perutnya. “Sebelum Bu Haji ditusuk, saya dengar cekcok mulut antara Bu Haji dan pelaku. Tak lama kemudian Bu Haji berteriak minta tolong,” ungkapnya.
Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Januar harus mendekam di sel tahanan Polsek Setiabudi dan terancam dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
(lil)