Partai Golkar masih bergolak

Rabu, 08 Agustus 2012 - 08:10 WIB
Partai Golkar masih...
Partai Golkar masih bergolak
A A A
Sindonews.com - Perbedaan pendapat di internal Partai Golkar terkait sikap politik pada putaran kedua masih berlangsung. DPP Golkar menegaskan tidak mendukung salah satu pasangan cagub pada putaran kedua.

Sedangkan DPD I Partai Golkar DKI Jakarta memastikan mendukung pasangan Foke-Nara. “Golkar melepaskan pilihan kepada anggotanya dengan alasan, pertama Partai Golkar tidak punya calon lagi. Untuk apa terlalu bersemangat?” kata Ketua DPP Partai Golkar HajriyantoY Tohari di Jakarta, Selasa 7 Agustus 2012.

Keputusan DPP tersebut, kata dia, untuk membuktikan bahwa partainya tidak mau melakukan politik transaksional dengan calon atau parpol yang mengusungnya. “Kedua, menghindari prasangka adanya politik transaksional dengan cagub atau parpol tertentu,” kata dia.

Sikap ini sangat tepat bagi partai untuk membebaskan kadernya. Apalagi pemilih Pilgub DKI memiliki karakter bebas dan rasional. “Pemikiran bahwa untuk Pilgub DKI yang memiliki pemilih dengan karakter bebas, rasional, dan politically atau ideologically cair sikap partai yang paling pas adalah membebaskan warganya dalam memilih. Itu sikap yang paling realistis dan rasional,” pungkasnya.

Sekretaris DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Zainudin bersikukuh dengan keputusannya mendukung pasangan Foke-Nara. Kader beringin yang membangkang akan dikenai sanksi.

“Jika membangkang kader tersebut akan dicopot dari jabatannya. Bukan dipecat dari keanggotaan, tapi dari pengurus saja,” ujar Zainudin.

Dia menegaskan, keputusan DPD I Golkar mendukung Foke-Nara ditentukan dengan keputusan rapat pimpinan daerah (rapimda).

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit mengatakan, perbedaan sikap di internal Partai Golkar karena ada pertentangan kepentingan. DPP yang memilih bersikap netral ditengarai untuk menjaga marwah partai di Ibu Kota. Bila Golkar mengalami kekalahan pada 2012 ini, akan menjadi preseden buruk pada 2014.

“Keputusan DPP itu kepentingannya di Pemilu 2014,” ujar Arbi.

Sementara itu, DPD I Partai Golkar berkepentingan untuk konsolidasi dan tidak ingin kadernya digarap orang lain. Perbedaan sikap politik ini, lanjut Arbi, akibat sikap elite parpol tidak bisa merangkul keinginan dari kadernya di tingkat bawah.
(lil)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
5 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
5 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
6 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
6 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
8 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved