Dititipkan ke tetangga, 2 balita terbakar
Selasa, 07 Agustus 2012 - 09:25 WIB
Dititipkan ke tetangga, 2 balita terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Dua balita kakak beradik, Phitalia Nainggolan (4) dan Citra Aleberia (2,5) ditemukan tewas dalam keadaan berpelukan saat keduanya terjebak dalam kebakaran di Jalan Jalak, Kelurahan Lestari Kisaran Timur, Asahan.
Keduanya dititipkan ke rumah tetangga, sebelum orangtuanya pergi ke pasar. Semula warga sekitar tidak mengetahui bahwa kedua putri pasangan Elfrahim Nainggolan (45) dan Rista Panjaitan (40) ini ada di dalam rumah yang terbakar. Api yang berkobar dengan cepat menghanguskan rumah Lince Togatorop, tempat keduanya dititipkan, dan menjalar ke dua rumah di sebelahnya. Sejumlah saksi menyebutkan, warga hanya terfokus memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Apalagi tidak ada yang menyebutkan bahwa ada balita di dalam rumah. Sedangkan Lince sedang pergi ke ladang. Menurut warga, sebelum pergi dia menitipkan kedua balita ini kepada anaknya.
“Saat kebakaran wargakan panik, dan hanya hanya terfokus memadamkan api,” beber seorang warga yang minta namanya tidak disebutkan.
Alangkah terkejutnya warga ketika petugas pemadam yang mengerahkan tiga armadanya menemukan dua balita ini tewas di atas spring bed di kamar rumah Lince. Keduanya tertimpa puingpuing plafon. Warga bersama aparat Kesbanglinmas Asahan membawa jenazah kakak beradik ini ke RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran untuk diautopsi.
Kepala Kesbanglinmas Pemkab Asahan Sabar Manik mengatakan,untuk sementara kedua korban diduga terkurung di rumah Lince Togatorop. Awalnya, Phitalia dan Citra awalnya dititipkan di rumah Lince karena Rista akan berbelanja ke pasar.
“Namun malang, tiba-tiba rumah yang menjadi tempat penitipan bocah ini terbakar bersama dua rumah lainnya, yang salah satunya milik Ridwan,” ucapnya.
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran dan bagaimana kronologi peristiwa ini sebenarnya terjadi.Namun, dari keterangan saksi-saksi, rumah tempat Phitalia dan Citra tewas dalam keadaan terkunci setelah ditinggal pergi Lince.
“Saksi-saksi belum bisa diperiksa karena mengalami shock berat,” bebernya.
Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani mengatakan, personelnya masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan dua balita itu. “Kami akan turunkan dulu tim laboratorium dan forensik untuk mengetahui secara pasti apa penyebabnya,” ujarnya.
Keduanya dititipkan ke rumah tetangga, sebelum orangtuanya pergi ke pasar. Semula warga sekitar tidak mengetahui bahwa kedua putri pasangan Elfrahim Nainggolan (45) dan Rista Panjaitan (40) ini ada di dalam rumah yang terbakar. Api yang berkobar dengan cepat menghanguskan rumah Lince Togatorop, tempat keduanya dititipkan, dan menjalar ke dua rumah di sebelahnya. Sejumlah saksi menyebutkan, warga hanya terfokus memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Apalagi tidak ada yang menyebutkan bahwa ada balita di dalam rumah. Sedangkan Lince sedang pergi ke ladang. Menurut warga, sebelum pergi dia menitipkan kedua balita ini kepada anaknya.
“Saat kebakaran wargakan panik, dan hanya hanya terfokus memadamkan api,” beber seorang warga yang minta namanya tidak disebutkan.
Alangkah terkejutnya warga ketika petugas pemadam yang mengerahkan tiga armadanya menemukan dua balita ini tewas di atas spring bed di kamar rumah Lince. Keduanya tertimpa puingpuing plafon. Warga bersama aparat Kesbanglinmas Asahan membawa jenazah kakak beradik ini ke RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran untuk diautopsi.
Kepala Kesbanglinmas Pemkab Asahan Sabar Manik mengatakan,untuk sementara kedua korban diduga terkurung di rumah Lince Togatorop. Awalnya, Phitalia dan Citra awalnya dititipkan di rumah Lince karena Rista akan berbelanja ke pasar.
“Namun malang, tiba-tiba rumah yang menjadi tempat penitipan bocah ini terbakar bersama dua rumah lainnya, yang salah satunya milik Ridwan,” ucapnya.
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran dan bagaimana kronologi peristiwa ini sebenarnya terjadi.Namun, dari keterangan saksi-saksi, rumah tempat Phitalia dan Citra tewas dalam keadaan terkunci setelah ditinggal pergi Lince.
“Saksi-saksi belum bisa diperiksa karena mengalami shock berat,” bebernya.
Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani mengatakan, personelnya masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan dua balita itu. “Kami akan turunkan dulu tim laboratorium dan forensik untuk mengetahui secara pasti apa penyebabnya,” ujarnya.
(azh)