DPP dan DPD Golkar beda sikap soal Pilgub
Senin, 06 Agustus 2012 - 20:14 WIB
DPP dan DPD Golkar beda sikap soal Pilgub
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar yang mengusung pasangan Foke-Nara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua ternyata belum mendapat restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang pohon beringin itu.
Pengurus teras Partai Golkar sudah memberikan anjuran yang jelas bahwa di Pilgub DKI Jakarta putaran kedua Partai Golkar bersikap netral. Tapi apa boleh buat, DPD DKI malah mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
"DPP sudah memberikan anjuran yang jelas, membebaskan pemilihnya dalam Pilgub putaran kedua. Namun jika DPD bersikap lain, pastilah sudah didasari pertimbangan yang kuat," kata wakil Sekjen DPP partai Golkar, Nurul Arifin saat dihubungi, Senin (6/8/2012).
Kendati DPD sudah memberikan dukungan kepada pasangan Foke-Nara, konstituen Golkar masih bebas menentukan pilihannya yang dianggap bisa menyelesaikan setumpuk masalah Jakarta.
"Kami mempersilakan konstituen Golkar untuk memutuskan dengan cerdas. Pada dasarnya pemilih DKI lebih krtisis dan rasional. Jadi tidak masalah," katanya.
Ia menyayangkan pengurus DPD yang beda sikap dengan DPP Golkar. "Seharusnya tidak bisa (berbeda) tapi melihat yang terjadi di DKI memang sangat istimewa," pungkasnya.
Pengurus teras Partai Golkar sudah memberikan anjuran yang jelas bahwa di Pilgub DKI Jakarta putaran kedua Partai Golkar bersikap netral. Tapi apa boleh buat, DPD DKI malah mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
"DPP sudah memberikan anjuran yang jelas, membebaskan pemilihnya dalam Pilgub putaran kedua. Namun jika DPD bersikap lain, pastilah sudah didasari pertimbangan yang kuat," kata wakil Sekjen DPP partai Golkar, Nurul Arifin saat dihubungi, Senin (6/8/2012).
Kendati DPD sudah memberikan dukungan kepada pasangan Foke-Nara, konstituen Golkar masih bebas menentukan pilihannya yang dianggap bisa menyelesaikan setumpuk masalah Jakarta.
"Kami mempersilakan konstituen Golkar untuk memutuskan dengan cerdas. Pada dasarnya pemilih DKI lebih krtisis dan rasional. Jadi tidak masalah," katanya.
Ia menyayangkan pengurus DPD yang beda sikap dengan DPP Golkar. "Seharusnya tidak bisa (berbeda) tapi melihat yang terjadi di DKI memang sangat istimewa," pungkasnya.
(ysw)