BAZ kucurkan Rp150 juta di HUT RI
Senin, 06 Agustus 2012 - 16:16 WIB
BAZ kucurkan Rp150 juta di HUT RI
A
A
A
Sindonews.com - Warga miskin di Surabaya akan sedikit merasa lega. Pasalnya, Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Surabaya akan mengucurkan Rp150 juta untuk fakir miskin di beberapa wilayah Surabaya.
Bendahara satu BAZ Kota Surabaya A Bustomi mengatakan, uang tersebut akan direalisasikan pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI). Ada sekira 500 orang penerima yang masing-masing mendapat Rp300 ribu.
"Nanti ada 441 fakir miskin yang menerima. Sisanya ada 48 tukang sapu di Surabaya dan 11 penjaga masjid dan musalla," terangnya, di Surabaya, Senin (6/8/2012).
Sementara itu, Wakil Sekretaris satu BAZ Kota Surabaya Andhika mengatakan, penerima bantuan ini tak ditentukan oleh Pemeritah Kota (Pemkot). Semua warga di Surabaya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkanya.
"(Data) penerima kami (BAZ) dapat dari pengajuan warga. Jadi ada rekomendasi dari tetangga atau-pun RT setempat," katanya.
Selain itu, penyaluran tersebut tidak bisa seutuhnya, diserahkan pada yayasan panti asuhan atau lembaga sosial lainnya.
"Jadi kami menyeleksi dan mencairkan 5-10 orang saja. Baru kesempatan lain diberikan ke lembaga lainnya," jelas Andhika.
Selama ini, katanya, dana di BAZ diperoleh dari zakat pegawai di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ada juga dari pendonor di luar pegawai Pemkot.
"Tapi jumlahnya tak banyak, tetap yang mendominasi pegawai dari tiap SKPD," katanya.
Bendahara satu BAZ Kota Surabaya A Bustomi mengatakan, uang tersebut akan direalisasikan pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI). Ada sekira 500 orang penerima yang masing-masing mendapat Rp300 ribu.
"Nanti ada 441 fakir miskin yang menerima. Sisanya ada 48 tukang sapu di Surabaya dan 11 penjaga masjid dan musalla," terangnya, di Surabaya, Senin (6/8/2012).
Sementara itu, Wakil Sekretaris satu BAZ Kota Surabaya Andhika mengatakan, penerima bantuan ini tak ditentukan oleh Pemeritah Kota (Pemkot). Semua warga di Surabaya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkanya.
"(Data) penerima kami (BAZ) dapat dari pengajuan warga. Jadi ada rekomendasi dari tetangga atau-pun RT setempat," katanya.
Selain itu, penyaluran tersebut tidak bisa seutuhnya, diserahkan pada yayasan panti asuhan atau lembaga sosial lainnya.
"Jadi kami menyeleksi dan mencairkan 5-10 orang saja. Baru kesempatan lain diberikan ke lembaga lainnya," jelas Andhika.
Selama ini, katanya, dana di BAZ diperoleh dari zakat pegawai di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ada juga dari pendonor di luar pegawai Pemkot.
"Tapi jumlahnya tak banyak, tetap yang mendominasi pegawai dari tiap SKPD," katanya.
(mhd)