Labfor Polri sita genset maut
Senin, 06 Agustus 2012 - 09:48 WIB
Labfor Polri sita genset maut
A
A
A
Sindonews.com - Polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran maut yang menewaskan tujuh korban jiwa dan menghanguskan dua rumah di Jalan Tirtoyoso Gang IX, RT7/RW12, Kelurahan Rejosari,Kecamatan Semarang Timur,Kota Semarang. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Petugas Labfor yang dipimpin Kepala Subbidang Fisika Komputer Forensik Semarang AKBP Rini Puji Astuti tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas langsung melakukan penyelidikan. Penyelidikan difokuskan di ruang genset yang berada di bagian depan.
Di ruang ini, petugas dengan saksama meneliti setiap serpihan sisa kebakaran. Meski penyelidikan difokuskan di ruang genset, petugas tetap menyisir setiap ruangan untuk mencari barang bukti yang bisa menguak penyebab kebakaran.
Setelah penyelidikan selama kurang lebih 1 jam,tim Labfor mengamankan genset yang sudah terbakar, sampel abu arang, kabel instalasi, serta beberapa kepingan sisa kebakaran. Kepala Subbidang Fisika Komputer Forensik Labfor AKBP Rini Puji Astuti mengatakan, beberapa benda yang diamankan akan diteliti untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
”Kita butuh waktu 7–10 hari untuk bisa mengetahui penyebab pasti kebakaran,” katanya di lokasi kejadian.
Diketahui, tujuh orang tewas dalam kebakaran yang menghanguskan dua rumah di Jalan Tirtoyoso Gang IX, RT 7/RW 12,Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Sabtu (4/8). Dua rumah yang terbakar masing- masing Rumah Pelayanan Kematian (RPK) Budi Kasih milik Katanaeil Andrean (60), dan rumah milik Ansori Kadim yang berada di samping RPK. Korban tewas merupakan penghuni RPK Budi Kasih.
Mereka adalah Luciana (50), Vini (34), Gabriel dan Gio (keduanya masih balita), serta tiga suster masing-masing Tari (20), Desi (20), dan Rafiah (20). Dalam peristiwa kebakaran itu, dua korban berhasil selamat, yakni Kristanto (37), dan anaknya, Dominic (1).
Saat kejadian, Kristianto berada di dalam rumah tersebut, tetapi dia berhasil keluar. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Kebakaran diduga akibat mesin genset di dalam RPK Budi Kasih meledak.
Sebelum kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, listrik di kawasan padat penduduk tersebut padam. Karena itu, salah satu dari penghuni rumah kemudian menyalakan mesin genset di ruang depan. Namun, saat dinyalakan genset tiba-tiba meledak dan menimbulkan percikan api.
Dalam sekejap, api menyambar benda-benda yang mudah terbakar. Kanit Reskrim Polsek Gayamsari AKP Suharto menambahkan, pihaknya juga masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai kebakaran tersebut.
”Kita masih menunggu hasil Labfor untuk mengetahui penyebab kebakaran. Kita juga belum bisa meminta keterangan dari pihak keluarga korban karena masih dalam kesusahan,” tuturnya.
Kedatangan tim Labfor dan petugas inafis untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian mengundang perhatian warga sekitar. Banyak warga memadati lokasi untuk melihat lebih dekat kondisi rumah korban. Untuk mengantisipasi semakin banyaknya warga yang mendekati lokasi kejadian, portal pintu masuk gang ditutup.
Petugas Labfor yang dipimpin Kepala Subbidang Fisika Komputer Forensik Semarang AKBP Rini Puji Astuti tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas langsung melakukan penyelidikan. Penyelidikan difokuskan di ruang genset yang berada di bagian depan.
Di ruang ini, petugas dengan saksama meneliti setiap serpihan sisa kebakaran. Meski penyelidikan difokuskan di ruang genset, petugas tetap menyisir setiap ruangan untuk mencari barang bukti yang bisa menguak penyebab kebakaran.
Setelah penyelidikan selama kurang lebih 1 jam,tim Labfor mengamankan genset yang sudah terbakar, sampel abu arang, kabel instalasi, serta beberapa kepingan sisa kebakaran. Kepala Subbidang Fisika Komputer Forensik Labfor AKBP Rini Puji Astuti mengatakan, beberapa benda yang diamankan akan diteliti untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
”Kita butuh waktu 7–10 hari untuk bisa mengetahui penyebab pasti kebakaran,” katanya di lokasi kejadian.
Diketahui, tujuh orang tewas dalam kebakaran yang menghanguskan dua rumah di Jalan Tirtoyoso Gang IX, RT 7/RW 12,Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Sabtu (4/8). Dua rumah yang terbakar masing- masing Rumah Pelayanan Kematian (RPK) Budi Kasih milik Katanaeil Andrean (60), dan rumah milik Ansori Kadim yang berada di samping RPK. Korban tewas merupakan penghuni RPK Budi Kasih.
Mereka adalah Luciana (50), Vini (34), Gabriel dan Gio (keduanya masih balita), serta tiga suster masing-masing Tari (20), Desi (20), dan Rafiah (20). Dalam peristiwa kebakaran itu, dua korban berhasil selamat, yakni Kristanto (37), dan anaknya, Dominic (1).
Saat kejadian, Kristianto berada di dalam rumah tersebut, tetapi dia berhasil keluar. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Kebakaran diduga akibat mesin genset di dalam RPK Budi Kasih meledak.
Sebelum kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, listrik di kawasan padat penduduk tersebut padam. Karena itu, salah satu dari penghuni rumah kemudian menyalakan mesin genset di ruang depan. Namun, saat dinyalakan genset tiba-tiba meledak dan menimbulkan percikan api.
Dalam sekejap, api menyambar benda-benda yang mudah terbakar. Kanit Reskrim Polsek Gayamsari AKP Suharto menambahkan, pihaknya juga masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai kebakaran tersebut.
”Kita masih menunggu hasil Labfor untuk mengetahui penyebab kebakaran. Kita juga belum bisa meminta keterangan dari pihak keluarga korban karena masih dalam kesusahan,” tuturnya.
Kedatangan tim Labfor dan petugas inafis untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian mengundang perhatian warga sekitar. Banyak warga memadati lokasi untuk melihat lebih dekat kondisi rumah korban. Untuk mengantisipasi semakin banyaknya warga yang mendekati lokasi kejadian, portal pintu masuk gang ditutup.
(azh)