Cagub tak lagi andalkan lembaga survei

Senin, 06 Agustus 2012 - 08:25 WIB
Cagub tak lagi andalkan...
Cagub tak lagi andalkan lembaga survei
A A A
Sindonews.com - Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) yang akan bersaing pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta tidak lagi mengandalkan lembaga survei, sebab pada putaran pertama lalu hasil survei sejumlah lembaga meleset dari kenyataan saat pemungutan suara.

Anggota tim sukses Jokowi-Ahok, Denny Iskandar mengatakan, pihaknya tidak lagi mengandalkan lembaga survei untuk mematangkan strategi. Tim Jokowi-Ahok lebih mengutamakan survei internal yang lebih bisa dipercaya. Strategi ini cukup efektif pada putaran pertama lalu. “Survei yang kami pakai itu survei internal,” kata Denny Iskandar di Jakarta, Minggu 5 Agustus 2012.

Survei internal ini, lanjut Denny, memang bekerja untuk evaluasi, bukan untuk menciptakan opini atau menyenangkan tim kampanye. “Kami menerima apa pun hasil survei itu,” ujar Denny.

Bila ada survei dari luar tim sukses, pihaknya akan lebih percaya kepada survei yang dilakukan perguruan tinggi, sebab riset lembaga itu tidak mencari siapa calon paling berpotensi menang, melainkan lebih kepada masalah yang akan dipecahkan oleh gubernur mendatang. Selain itu, survei perguruan tinggi juga tidak ditunggangi pihak tertentu. Kepentingan dalam penelitian ini hanya untuk ilmiah dan akademis.

Begitu juga tim di dalam survei itu lebih representatif secara keilmuan. Menurut dia, dalam proses putaran kedua ini tim kampanye cagub yang diusung PDIP dan Gerindra ini juga akan menggunakan hasil survei. Apalagi pertarungan untuk mendapatkan suara pemilih sangat ketat, karena calon yang bertarung hanya dua pasang.

“Bila ada hasil survei, hasil tersebut tidak serta merta dipercaya. Kami akan lebih selektif mengambil hasil survei untuk koreksi,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Foke-Nara Budi Siswanto. Pihaknya tidak lagi mengandalkan temuan lembaga survei yang justru meleset saat pemilihan. Untuk proses pemenangan di putaran kedua, pihaknya tidak serta merta mengandalkan hasil kajian survei untuk pemenangan.

“Upaya pemenangan dari tim kami ini dari beragam indikator. Survei merupakan salah satu indikator lebih kecil,” ujar Budi.

Lebih dari itu, pasangan cagub incumbent ini lebih memprioritaskan kinerja tim di lapangan untuk melakukan upaya pemenangan. Temuan tim di lapangan diyakini lebih akurat ketimbang tim survei.
(lil)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
2 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
3 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
3 jam yang lalu
Bus Sekolah Gratis Disabilitas...
Bus Sekolah Gratis Disabilitas Pemkot Tangsel Dapat Sambutan Positif dari Orang Tua
3 jam yang lalu
Kecelakaan Maut Tewaskan...
Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di Pantura Indramayu, DPR: Pikap Angkut Penumpang Itu Ilegal!
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved