9 dekan UI berikan mosi tak percaya rektor
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 22:26 WIB
9 dekan UI berikan mosi tak percaya rektor
A
A
A
Sindonews.com - Sembilan Dekan Universitas Indonesia (UI) resmi mengajukan surat mosi tidak percaya kepada Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri menjelang habisnya masa jabatan rektor UI pada 14 Agustus mendatang.
Mosi tidak percaya tersebut merupakan buntut dari pemberhentian sembilan dekan. Namun dalam konferensi pers di Fakultas Teknik UI, tak semua dekan seperti yang tercantum dalam surat mosi tidak percaya menghadiri acara tersebut.
Hanya Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Bambang Irawan, Dekan Fakultas Teknik (FT) Bambang Sugiarto, dan dekan Fakultas Kedokteran (FK) Ratna Sitompul yang datang dan tetap menjalani tugas seperti biasa.
Dekan Fakultas Tehnik contohnya, sudah menerima surat pemberhentian tanggal 31 Juli. "Setelah pemberhentian perkuliahan tetap berjalan biasa, kami berusaha menjelaskan situasi ini di kampus. Sampai sekarang jalani tugas dengan baik, antara dekan dengan wakil dekan bekerja sama dengan baik," ujar Bambang dalam konferensi pers, Jumat (3/8/2012).
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul mengatakan, segala kegiatan sudah diserahkan pada wakil dekan yang diangkat oleh rektor. Meskipun begitu, seluruh organ di kampus menolak keras.
"Rektor suratin fakultas untuk seleksi dekan, agar membentuk panitia pemilihan dekan. Tapi ujug-ujug malah diberhentikan. Tim transisi menolak, dewan guru besar juga menolak, MWA juga," tandasnya.
Ratna berdalih bahwa ketidakhadiran seluruh dekan bukan karena tidak kompak atau satu suara, tetapi karena memang faktor waktu yang tidak sejalan. "Alasan waktu saja, bukan enggak kompak," tutupnya.
Mosi tidak percaya tersebut merupakan buntut dari pemberhentian sembilan dekan. Namun dalam konferensi pers di Fakultas Teknik UI, tak semua dekan seperti yang tercantum dalam surat mosi tidak percaya menghadiri acara tersebut.
Hanya Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Bambang Irawan, Dekan Fakultas Teknik (FT) Bambang Sugiarto, dan dekan Fakultas Kedokteran (FK) Ratna Sitompul yang datang dan tetap menjalani tugas seperti biasa.
Dekan Fakultas Tehnik contohnya, sudah menerima surat pemberhentian tanggal 31 Juli. "Setelah pemberhentian perkuliahan tetap berjalan biasa, kami berusaha menjelaskan situasi ini di kampus. Sampai sekarang jalani tugas dengan baik, antara dekan dengan wakil dekan bekerja sama dengan baik," ujar Bambang dalam konferensi pers, Jumat (3/8/2012).
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul mengatakan, segala kegiatan sudah diserahkan pada wakil dekan yang diangkat oleh rektor. Meskipun begitu, seluruh organ di kampus menolak keras.
"Rektor suratin fakultas untuk seleksi dekan, agar membentuk panitia pemilihan dekan. Tapi ujug-ujug malah diberhentikan. Tim transisi menolak, dewan guru besar juga menolak, MWA juga," tandasnya.
Ratna berdalih bahwa ketidakhadiran seluruh dekan bukan karena tidak kompak atau satu suara, tetapi karena memang faktor waktu yang tidak sejalan. "Alasan waktu saja, bukan enggak kompak," tutupnya.
(san)