Pulang sekolah, kakak-adik tewas dihantam pikap
Kamis, 02 Agustus 2012 - 21:53 WIB
Pulang sekolah, kakak-adik tewas dihantam pikap
A
A
A
Sindonews.com - Dua pengendara sepeda motor Maulana Dwi Arianto (15), serta Hamidah Tri Hardiyanti (14), tewas seketika setelah motor Yamaha Jupiter B 3586 GI yang mereka tumpangi dihantam oleh mobil Suzuki bak terbuka bernopol B 2259 XON di trase kering Kanal Banjir Timur (KBT), Cakung, Jakarta Timur, sekira pukul 16.00 WIB.
Korban yang diketahui kakak beradik tersebut tewas dengan luka parah di bagian kepala setelah tidak mampu menghindari datangnya mobil yang sama-sama melaju cukup kencang.
Warga Perumahan Harapan Indah Duta Bumi 2 Blok D nomor 43, Bekasi, Jawa Barat ini diketahui baru saja pulang dari sekolahnya di SMP Gunung Jati Sungai Bambu Jakarta Utara. Bahkan Hamidah sendiri saat kejadian masih menggunakan seragam sekolahnya.
Suminto (32), salah seorang saksi mengatakan, korban berboncengan dari arah Marunda menuju Cakung. Namun dari arah berlawanan melaju mobil Suzuki Carry dengan kecepatan tinggi.
Posisi mobil melaju di tengah dan diduga akan menyalip sepeda motor lain. Namun dari depannya sedang melaju kencang sepeda motor yang dipacu korban. Kedua korban terpental sejauh 7-10 meter dari lokasi tertabrak.
"Kalau saya lihat tadi, dua-duanya berkecapatan tinggi. Situasi saat kejadian sebenarnya lengang, namun entah kenapa kecelakaan maut itu terjadi. Mobil menabrak sepeda motor itu hingga roda depannya lepas dan masuk kolong. Bagian depan mobil dan motor juga sama-sama ringsek," tukasnya di lokasi kejadian, Kamis (2/8/2012).
Sekitar pukul 16.30 WIB, Edy Sunaryo (45), orangtua dari kedua korban tiba di lokasi kejadian dan langsung histeris. Sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian berusaha menenangkan Edy namun tak berhasil. Edy terus memanggil-manggil nama Dede, sapaan akrab Hamidah.
Jasad kedua korban sempat menjadi tontotan massa yang melintas di kawasan tersebut. Bahkan para pengendara memarkirkan kendaraannnya begitu saja di pinggir jalan. Hingga akhirnya kemacetan lalu lintas di kawasan itu pun tak terelakan lagi.
Korban akhirnya dievakuasi oleh petugas kepolisian sekitar pukul 17.00 WIB untuk dibawa ke RSCM guna menjalani otopsi. Kasus kecelakaan ini ditangani Unit Lantas Polsektro Cakung.
Sementara itu Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur AKBP Supoyo mengatakan, dari dugaan awal kecelakaan terjadi akibat kedua kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi hingga tidak bisa dikendalikan. "Dugaan kami sementara, keduanya kemudian saling bertabrakan saat kecepatan mereka sama-sama tinggi," kata Supoyo.
Ditambahkan Supoyo, saat ini pihaknya masih menyidiki penyebab kecelakaan tersebut. Sedangkan sopir mobil pikap juga sudah diamakan oleh Satlantas Polres Jakarta Timur untuk dimintai keterangannya.
Korban yang diketahui kakak beradik tersebut tewas dengan luka parah di bagian kepala setelah tidak mampu menghindari datangnya mobil yang sama-sama melaju cukup kencang.
Warga Perumahan Harapan Indah Duta Bumi 2 Blok D nomor 43, Bekasi, Jawa Barat ini diketahui baru saja pulang dari sekolahnya di SMP Gunung Jati Sungai Bambu Jakarta Utara. Bahkan Hamidah sendiri saat kejadian masih menggunakan seragam sekolahnya.
Suminto (32), salah seorang saksi mengatakan, korban berboncengan dari arah Marunda menuju Cakung. Namun dari arah berlawanan melaju mobil Suzuki Carry dengan kecepatan tinggi.
Posisi mobil melaju di tengah dan diduga akan menyalip sepeda motor lain. Namun dari depannya sedang melaju kencang sepeda motor yang dipacu korban. Kedua korban terpental sejauh 7-10 meter dari lokasi tertabrak.
"Kalau saya lihat tadi, dua-duanya berkecapatan tinggi. Situasi saat kejadian sebenarnya lengang, namun entah kenapa kecelakaan maut itu terjadi. Mobil menabrak sepeda motor itu hingga roda depannya lepas dan masuk kolong. Bagian depan mobil dan motor juga sama-sama ringsek," tukasnya di lokasi kejadian, Kamis (2/8/2012).
Sekitar pukul 16.30 WIB, Edy Sunaryo (45), orangtua dari kedua korban tiba di lokasi kejadian dan langsung histeris. Sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian berusaha menenangkan Edy namun tak berhasil. Edy terus memanggil-manggil nama Dede, sapaan akrab Hamidah.
Jasad kedua korban sempat menjadi tontotan massa yang melintas di kawasan tersebut. Bahkan para pengendara memarkirkan kendaraannnya begitu saja di pinggir jalan. Hingga akhirnya kemacetan lalu lintas di kawasan itu pun tak terelakan lagi.
Korban akhirnya dievakuasi oleh petugas kepolisian sekitar pukul 17.00 WIB untuk dibawa ke RSCM guna menjalani otopsi. Kasus kecelakaan ini ditangani Unit Lantas Polsektro Cakung.
Sementara itu Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur AKBP Supoyo mengatakan, dari dugaan awal kecelakaan terjadi akibat kedua kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi hingga tidak bisa dikendalikan. "Dugaan kami sementara, keduanya kemudian saling bertabrakan saat kecepatan mereka sama-sama tinggi," kata Supoyo.
Ditambahkan Supoyo, saat ini pihaknya masih menyidiki penyebab kecelakaan tersebut. Sedangkan sopir mobil pikap juga sudah diamakan oleh Satlantas Polres Jakarta Timur untuk dimintai keterangannya.
(hyk)