Polisi amankan pencuri spion mobil
Selasa, 31 Juli 2012 - 16:02 WIB
Polisi amankan pencuri spion mobil
A
A
A
Sindonews.com - Polisi mengamankan Agus Prayogo (29), seorang pelaku pencurian kaca spion mobil jenis Kijang Toyota Innova yang sempat dipukuli massa di Jalan Mahoni, Senen, Jakarta Pusat.
Kepala Unit Reskrim Polsek Senen AKP Heri Subianto mengatakan, pelaku merupakan spesialis pencuri kaca spion, dan biasa melakukan aksinya dengan memanfaatkan keadaan macet. Namun aksinya berakhir ketika salah seorang warga melihat, dan meneriakinya maling.
Kepada petugas, pelaku mengatakan bahwa dirinya hanya diajak oleh rekannya yang bernama Apri. Setiap kali berhasil mencongkel spion, dirinya mendapat bayaran sebesar Rp80 ribu hingga Rp150 ribu setelah menjualnya kepada seorang penadah di kawasan Lokasari, Jakarta Barat.
"Setiap berhasil, pelaku menjual barang hasil curian kepada seseorang berinisial ED," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Sementara itu, Agus mengatakan, dirinya baru melakukan aksinya dua kali. Pria yang biasa bekerja sebagai bank keliling ini melakukan aksinya karena iseng saat mau berangkat kerja. Sekali tidak tertangkap, Agus pun ketagihan dan melakukannya lagi.
Namun nasib baik tidak sedang bersamanya. Dirinya ditangkap, sementara rekan yang mengajaknya berhasil melarikan diri. "Saya cuma diajak, kalau otaknya adalah Apri yang berhasil melarikan diri," tuturnya.
Kepala Unit Reskrim Polsek Senen AKP Heri Subianto mengatakan, pelaku merupakan spesialis pencuri kaca spion, dan biasa melakukan aksinya dengan memanfaatkan keadaan macet. Namun aksinya berakhir ketika salah seorang warga melihat, dan meneriakinya maling.
Kepada petugas, pelaku mengatakan bahwa dirinya hanya diajak oleh rekannya yang bernama Apri. Setiap kali berhasil mencongkel spion, dirinya mendapat bayaran sebesar Rp80 ribu hingga Rp150 ribu setelah menjualnya kepada seorang penadah di kawasan Lokasari, Jakarta Barat.
"Setiap berhasil, pelaku menjual barang hasil curian kepada seseorang berinisial ED," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Sementara itu, Agus mengatakan, dirinya baru melakukan aksinya dua kali. Pria yang biasa bekerja sebagai bank keliling ini melakukan aksinya karena iseng saat mau berangkat kerja. Sekali tidak tertangkap, Agus pun ketagihan dan melakukannya lagi.
Namun nasib baik tidak sedang bersamanya. Dirinya ditangkap, sementara rekan yang mengajaknya berhasil melarikan diri. "Saya cuma diajak, kalau otaknya adalah Apri yang berhasil melarikan diri," tuturnya.
(lil)