Putaran kedua Pilgub DKI, Golkar netral
Sabtu, 28 Juli 2012 - 21:01 WIB
Putaran kedua Pilgub DKI, Golkar netral
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar menegaskan tidak akan mendukung calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta yang lolos ke putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012.
Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari mengatakan, partainya secara resmi tidak akan memberikan dukungan kepada Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) ataupun Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama (Jokowi-Ahok).
"Partai Golkar tidak akan berikan dukungan secara resmi kepada cagub-cawagub mana pun," katanya kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Dia mengungkapkan, Partai Golkar mempertimbangkan hasil putaran pertama, dimana menunjukkan karakteristik pemilih Jakarta yang memiliki independensi, rasionalitas, dan pandangan politik tersendiri.
"Anatomi pemilih seperti itu, mendorong Golkar bersikap membebaskan kadernya. Pemilih Jakarta termasuk keluarga besar Partai Golkar sangat rasional," ujarnya.
Selain itu menurutnya, pemilih Jakarta juga tidak mempunyai tipikal fanatisme, tapi cenderung rasional dalam menentukan pilihannya. "Tidak ada pemilih yang bersifat tradisional, fanatik. Pemilih di Jakarta memiliki kecerdasan sendiri," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, Partai Golkar akan memberikan kebebasan kadernya untuk memilih Jokowi-Ahok ataupun Foke-Nara.
"Saya harapkan mereka datang ramai-ramai ke tempat pemungutan suara memberikan suaranya," kata Ical.
Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari mengatakan, partainya secara resmi tidak akan memberikan dukungan kepada Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) ataupun Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama (Jokowi-Ahok).
"Partai Golkar tidak akan berikan dukungan secara resmi kepada cagub-cawagub mana pun," katanya kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Dia mengungkapkan, Partai Golkar mempertimbangkan hasil putaran pertama, dimana menunjukkan karakteristik pemilih Jakarta yang memiliki independensi, rasionalitas, dan pandangan politik tersendiri.
"Anatomi pemilih seperti itu, mendorong Golkar bersikap membebaskan kadernya. Pemilih Jakarta termasuk keluarga besar Partai Golkar sangat rasional," ujarnya.
Selain itu menurutnya, pemilih Jakarta juga tidak mempunyai tipikal fanatisme, tapi cenderung rasional dalam menentukan pilihannya. "Tidak ada pemilih yang bersifat tradisional, fanatik. Pemilih di Jakarta memiliki kecerdasan sendiri," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, Partai Golkar akan memberikan kebebasan kadernya untuk memilih Jokowi-Ahok ataupun Foke-Nara.
"Saya harapkan mereka datang ramai-ramai ke tempat pemungutan suara memberikan suaranya," kata Ical.
(lil)