Setelah menabrak, teman Dharshan kabur
Rabu, 25 Juli 2012 - 18:28 WIB
Setelah menabrak, teman Dharshan kabur
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian masih menyelidiki kecelakaan maut Mercy, menewaskan satu orang dan dua orang luka-luka di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Senin dini hari lalu.
Dalam penyelidikan itu, ternyata si pengemudi Mercy Dharshan Sutrisna (31) diketahui tidak sendiri di dalam mobilnya saat kecelakaan terjadi. Satu teman Dharshan, yakni Asad nekat melarikan diri setelah kejadian.
"Di mobil ada dua orang, satu lagi atas nama Asad, laki-laki. Jadi saat kejadian Asad pergi dari lokasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Dalam pemeriksaan itu, Asad diketahui tidak dalam keadaan mabuk, dan sempat menawarkan diri kepada Dharshan untuk gantian menyupir.
"Dia enggak mabuk, sebelumnya dia sempat bilang ke Dharshan untuk membawa mobil itu, tapi ditolak," jelas Rikwanto.
Asad bersama Dharshan mengendarai mobil Mercy melaju dari arah Semanggi ke Kota.
Dharshan yang mabuk karena wine dan vodka serta di bawah pengaruh narkotika, memacu kencang kendaraannya lebih dari 120 km per jam. Sampai di Bundaran HI, Dharshan kehilangan kendali dan menabrak tiga orang pengamen yang sedang duduk menunggu waktu sahur.
Akibatnya dua orang luka-luka, dan satu orang meninggal dunia. Asad sendiri langsung melarikan diri sesaat setelah kecelakaan itu terjadi.
Dalam penyelidikan itu, ternyata si pengemudi Mercy Dharshan Sutrisna (31) diketahui tidak sendiri di dalam mobilnya saat kecelakaan terjadi. Satu teman Dharshan, yakni Asad nekat melarikan diri setelah kejadian.
"Di mobil ada dua orang, satu lagi atas nama Asad, laki-laki. Jadi saat kejadian Asad pergi dari lokasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Dalam pemeriksaan itu, Asad diketahui tidak dalam keadaan mabuk, dan sempat menawarkan diri kepada Dharshan untuk gantian menyupir.
"Dia enggak mabuk, sebelumnya dia sempat bilang ke Dharshan untuk membawa mobil itu, tapi ditolak," jelas Rikwanto.
Asad bersama Dharshan mengendarai mobil Mercy melaju dari arah Semanggi ke Kota.
Dharshan yang mabuk karena wine dan vodka serta di bawah pengaruh narkotika, memacu kencang kendaraannya lebih dari 120 km per jam. Sampai di Bundaran HI, Dharshan kehilangan kendali dan menabrak tiga orang pengamen yang sedang duduk menunggu waktu sahur.
Akibatnya dua orang luka-luka, dan satu orang meninggal dunia. Asad sendiri langsung melarikan diri sesaat setelah kecelakaan itu terjadi.
(lns)