Tujuh desa di Bojonegoro krisis air bersih

Rabu, 25 Juli 2012 - 16:16 WIB
Tujuh desa di Bojonegoro...
Tujuh desa di Bojonegoro krisis air bersih
A A A
Sindonews.com - Warga tujuh desa di Kabupaten Bojonegoro mengalami krisis air bersih. Kini mereka meminta bantuan pengiriman air bersih untuk kebutuhan minum sehari-hari.

Sedikitnya ada 360 kepala keluarga (KK) yang mengalami krisis air minum, berasal dari Desa Penganten, Kecamatan Balen. Kemudian, warga Desa Sumberejo Kidul, Kecamatan Sukosewu, warga Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, warga Desa Geger, Duwel, dan Kedungadem, Kecamatan Kedungadem. Terakhir, warga Desa Mojosari, Kecamatan Kepohbaru.

“Warga di tujuh desa itu kesulitan mendapatkan air minum. Mereka meminta bantuan air bersih,” ujar Kartono, Kasi Bina Swadaya Masyarakat dan Bantuan Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/7/2012).

Menurut Kartono, saat ini lima truk tangki air bersih dioperasikan untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di tujuh desa tersebut. Satu truk tangki berisi 5.000 liter air bersih. “Truk tangki itu bergiliran menyalurkan air bersih,” ujarnya.

Pada 2011 lalu daerah rawan krisis air minum di Bojonegoro tercatat sebanyak 55 desa di 16 kecamatan. Daerah yang mengalami kekeringan itu berada di daerah timur, selatan, dan barat Bojonegoro. Kekeringan terjadi selama musim kemarau.

Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro, Zaenal, mengatakan untuk mengatasi krisis air minum di wilayah Bojonegoro kini sedang diuji coba pembuatan tampungan air yang disebut geomembran. Uji coba pembuatan geomembran itu dilakukan di Kecamatan Kedewan, Kasiman, Sugihwaras, dan Ngasem.

“Tampungan air itu cukup untuk kebutuhan air warga selama kurang lebih tiga bulan,” ujarnya.

Sementara itu, sebagian daerah pertanian di Bojonegoro kini juga mengalami kekurangan air. Untuk mengatasinya, Dinas Pengairan akan memanfaatkan cadangan air dari Bendung Gerak di Sungai Bengawan Solo, dan Waduk Pacal di Kecamatan Temayang.

“Bendung Gerak mampu menyediakan kebutuhan air untuk 4.531 hektare persawahan di Kecamatan Padangan, Purwosari, Kalitidu, Trucuk, Malo, dan Kasiman,” tandasnya.
(azh)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
13 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
24 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved