Anggota Satpol PP Pagaralam aniaya warga
Rabu, 25 Juli 2012 - 09:39 WIB
Anggota Satpol PP Pagaralam aniaya warga
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pagaralam mengeroyok Tabari alias Bari (27), warga Tebat Baru, Kelurahan Tebat Giri Indah, karena tidak memakai helm. Aksi tak patut itu terjadi di Pasar Dempo Permai Kota Pagaralam.
dari informssi sumber menyebutkan, saat kejadian Satpol PP Kota Pagaralam sedang melakukan razia PNS yang berbelanja saat jam kerja.
Saat itu korban melintas di Simpang Masjid Raya tepatnya samping Pagaralam Square, menggunakan motor dan tidak menggunakan helm, Selasa 24 Juli 2012. Saat itu korban ingin mengantarkan dagangan sang istri berupa sayuran. Namun, salah seorang anggota Pol PP menyetop dan menegur Bari karena tidak menggunakan helm.
Namun, Bari menuturkan bahwa peneguran yang dilakukan Pol PP bukan wewenang mereka karena itu tugas polisi. Mendengar jabawan Bari tersebut seorang petugas Pol PP langsung memukul wajah Bari. Tak lama kemudian puluhan Pol PP ikut melakukan pemukulan terhadap Bari. Korban tidak bisa melawan karena tubuh dan kepalanya diinjak-injak puluhan petugas Pol PP. Bahkan, ada petugas yang mengangkat tangan dan kaki korban sementara yang lainnya terus memukuli.
Melihat kondisi tersebut warga dan para pedagang yang melihat berusaha memisahkan. Namun petugas Pol PP terus memukuli secara beringas. Setelah itu, petugas Satpol PP kembali ke pos dan langsung dikerumuni warga yang ingin membalas dendam. Beruntung, polisi dari Polsek Pagaralam Utara langsung melakukan pengamanan dan membawa tersangka menggunakan mobil polisi. Saat ini, tersangka pemukulan dan korban sudah dibawa ke Polres Pagaralam untuk ditindaklanjuti.
Siti (33) saksi mata mengatakan saat itu Bari ingin mengantarkan sayuran dagangan istrinya menggunakan sepeda motor. Namun, korban dihadang anggota Satpol PP dan langsung dipukuli.
“Itu bukan berkelahi tetapi dikeroyok. Kami kasihan melihat Bari karena tubuh dan kepalanya diinjak-injak petugas satpol PP. Apalagi, Bari bukan merupakan pedagang melainkan warga biasa yang ingin mengantarkan dagangan istrinya,” katanya.
Dian (33) kakak korban mengakui saat itu adiknya hendak mengantarkan sayuran menggunakan motor. Namun, oleh petugas Satpol PP adiknya dicegat karena tidak menggunakan helm.
“Hati kami sangat sakit. Sebab mereka bertindak arogan. Apalagi, mereka sudah menyalahi aturan kerja. Tugas Satpol PP itu menertibkan pasar dan menegakkan perda bukan menangkap orang tidak pakai helm,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Paber Napitupulu mengatakan kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman.
“Mengenai kasusnya kita serahkan kepada yang berwajib untuk diproses. Apalagi, petugas kita yang melakukan tindakan pemukulan sudah diserahkan ke polisi,” katanya.
Kapolres Pagaralam AKBP Abi Darrin melalui Kapolsek Pagaralam Utara AKP Kaifani mengatakan saat ini pelaku utama pengeroyokan sudah diamankan di Mapolres Pagaralam.
“Kasus ini segera kita proses untuk menghukum pelaku. Kita minta kepada warga tetap tenang dan biarkan petugas melakukan pengusutan,” katanya.
dari informssi sumber menyebutkan, saat kejadian Satpol PP Kota Pagaralam sedang melakukan razia PNS yang berbelanja saat jam kerja.
Saat itu korban melintas di Simpang Masjid Raya tepatnya samping Pagaralam Square, menggunakan motor dan tidak menggunakan helm, Selasa 24 Juli 2012. Saat itu korban ingin mengantarkan dagangan sang istri berupa sayuran. Namun, salah seorang anggota Pol PP menyetop dan menegur Bari karena tidak menggunakan helm.
Namun, Bari menuturkan bahwa peneguran yang dilakukan Pol PP bukan wewenang mereka karena itu tugas polisi. Mendengar jabawan Bari tersebut seorang petugas Pol PP langsung memukul wajah Bari. Tak lama kemudian puluhan Pol PP ikut melakukan pemukulan terhadap Bari. Korban tidak bisa melawan karena tubuh dan kepalanya diinjak-injak puluhan petugas Pol PP. Bahkan, ada petugas yang mengangkat tangan dan kaki korban sementara yang lainnya terus memukuli.
Melihat kondisi tersebut warga dan para pedagang yang melihat berusaha memisahkan. Namun petugas Pol PP terus memukuli secara beringas. Setelah itu, petugas Satpol PP kembali ke pos dan langsung dikerumuni warga yang ingin membalas dendam. Beruntung, polisi dari Polsek Pagaralam Utara langsung melakukan pengamanan dan membawa tersangka menggunakan mobil polisi. Saat ini, tersangka pemukulan dan korban sudah dibawa ke Polres Pagaralam untuk ditindaklanjuti.
Siti (33) saksi mata mengatakan saat itu Bari ingin mengantarkan sayuran dagangan istrinya menggunakan sepeda motor. Namun, korban dihadang anggota Satpol PP dan langsung dipukuli.
“Itu bukan berkelahi tetapi dikeroyok. Kami kasihan melihat Bari karena tubuh dan kepalanya diinjak-injak petugas satpol PP. Apalagi, Bari bukan merupakan pedagang melainkan warga biasa yang ingin mengantarkan dagangan istrinya,” katanya.
Dian (33) kakak korban mengakui saat itu adiknya hendak mengantarkan sayuran menggunakan motor. Namun, oleh petugas Satpol PP adiknya dicegat karena tidak menggunakan helm.
“Hati kami sangat sakit. Sebab mereka bertindak arogan. Apalagi, mereka sudah menyalahi aturan kerja. Tugas Satpol PP itu menertibkan pasar dan menegakkan perda bukan menangkap orang tidak pakai helm,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Paber Napitupulu mengatakan kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman.
“Mengenai kasusnya kita serahkan kepada yang berwajib untuk diproses. Apalagi, petugas kita yang melakukan tindakan pemukulan sudah diserahkan ke polisi,” katanya.
Kapolres Pagaralam AKBP Abi Darrin melalui Kapolsek Pagaralam Utara AKP Kaifani mengatakan saat ini pelaku utama pengeroyokan sudah diamankan di Mapolres Pagaralam.
“Kasus ini segera kita proses untuk menghukum pelaku. Kita minta kepada warga tetap tenang dan biarkan petugas melakukan pengusutan,” katanya.
(azh)