Angka kejahatan anak di Depok tertinggi
Selasa, 24 Juli 2012 - 11:07 WIB
Angka kejahatan anak di Depok tertinggi
A
A
A
Sindonews.com - Angka kejahatan pada anak semakin memperihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), di tahun 2012 sampai semester pertama, sedikitnya ada 139 anak yang terbukti melakukan tindakan sadis dan terlibat dalam tindak kejahatan.
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengaku, pihaknya sangat terkejut setelah mendapati angka kejahatan pada anak meningkat drastis sejak lima tahun lalu. Sepanjang tahun 2011, jumlah kejahatan anak mencapai 189 kasus. Angka itu, betul-betul menakutkan.
"Jumlahnya meningkat, kualitas kejahatannya juga meningkat, kasus pencurian, pembunuhan, dan penculikan. Itu yang dilaporkan, angka yang menakutkan untuk kita, saya sudah sampaikan data itu ke Polda, ini program dan PR polisi dengan masyarakat," ujarnya di Depok, Selasa (24/7/2012).
Yang paling mengejutkan lagi, lanjutnya, angka kejahatan anak tertinggi terdapat di Depok, Jawa Barat. Menjadi sangat ironis, peningkatan itu justru terjadi saat Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail justru menjadikan Depok sebagai Kota Layak Anak.
"Bekasi tinggi, Depok tertinggi ada 18 persen di wilayah Jabodetabek ini, karena Depok selain kota metropolitan yang baru, banyak mal-mal di jalan mewah. Tapi coba lihat di dalam gang, kesenjangan sosial banyak, daerah padat sampai ke kecamatan Sawangan dan Pancoran Mas," paparnya.
Dia mengusulkan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polres Depok bisa sampai ke tingkat Polsek. Atau unit tersebut berdiri sendiri, setingkat Kasat di tiap Polres.
"Data ini sudah mengerikan jadi perlu ditangani cepat, para anak yang melakukan tindak kejahatan juga harus dipenuhi hak-haknya," tandasnya.
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengaku, pihaknya sangat terkejut setelah mendapati angka kejahatan pada anak meningkat drastis sejak lima tahun lalu. Sepanjang tahun 2011, jumlah kejahatan anak mencapai 189 kasus. Angka itu, betul-betul menakutkan.
"Jumlahnya meningkat, kualitas kejahatannya juga meningkat, kasus pencurian, pembunuhan, dan penculikan. Itu yang dilaporkan, angka yang menakutkan untuk kita, saya sudah sampaikan data itu ke Polda, ini program dan PR polisi dengan masyarakat," ujarnya di Depok, Selasa (24/7/2012).
Yang paling mengejutkan lagi, lanjutnya, angka kejahatan anak tertinggi terdapat di Depok, Jawa Barat. Menjadi sangat ironis, peningkatan itu justru terjadi saat Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail justru menjadikan Depok sebagai Kota Layak Anak.
"Bekasi tinggi, Depok tertinggi ada 18 persen di wilayah Jabodetabek ini, karena Depok selain kota metropolitan yang baru, banyak mal-mal di jalan mewah. Tapi coba lihat di dalam gang, kesenjangan sosial banyak, daerah padat sampai ke kecamatan Sawangan dan Pancoran Mas," paparnya.
Dia mengusulkan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polres Depok bisa sampai ke tingkat Polsek. Atau unit tersebut berdiri sendiri, setingkat Kasat di tiap Polres.
"Data ini sudah mengerikan jadi perlu ditangani cepat, para anak yang melakukan tindak kejahatan juga harus dipenuhi hak-haknya," tandasnya.
(san)