ABG nekat membunuh, karena ingin punya motor
Senin, 23 Juli 2012 - 20:08 WIB
ABG nekat membunuh, karena ingin punya motor
A
A
A
Sindonews.com - AD, remaja 14 tahun yang nekat membunuh ayah-anak Edward Raturommon dan Jordan Raturommon di Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor ternyata dilatarbelakangi ingin punya sepeda motor.
Hal itu terungkap ketika AD dikunjungi Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di Polres Depok.
Kepada Arist, AD mengaku sudah memiliki pacar dan ingin memboncengkan pacarnya dengan sepeda motor. Keinginan memiliki sepeda motor semakin kuat ketika ketiga temannya mengajak untuk menghabisi nyawa ayah-anak Edward Raturommon dan Jordan Raturommon sekaligus mengambil sepeda motornya.
"Karena diiming - imingi oleh ketiga temannya DD, PP, dan KS, lalu AD ini menjadi berani melakukan tindakan sadis itu," ungkap Arist di Polres Depok, Senin (23/7/2012).
Menurut Arist, keinginan memiliki sepeda motor pada diri AD muncul ketika dia ditilang polisi saat membawa sepeda motor milik teman. Dari situlah dia ingin memiliki motor sendiri.
"Dia pun tahu itu melanggar hukum, tapi karena iming - iming janji akan dilindungi oleh tiga tersangka lainnya, maka di hatinya bergejolak soal uang dan motor, sampai dia menjadi heroik saat membunuh," ungkapnya lagi.
Dalam pembunuhan itu, AD mendapat tugas menghabisi nyawa Jordan Raturommon menggunakan martil. Setelah membunuh, AD dan tiga temannya mengambil sepeda motor Jupiter hijau, dan uang tunai Rp 10 juta di bawah karpet milik korban.
"Uangnya sudah dibagi - bagi, soal berapa bagian AD saya tidak tahu, di pikirannya hanya ada sepeda motor dan uang, itu yang membuat AD berani, dari pengakuannya usai melakukan pun sangat ketakutan, ia enggak berani keluar dari pintu depan tapi dari belakang," kata Arist
Hal itu terungkap ketika AD dikunjungi Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di Polres Depok.
Kepada Arist, AD mengaku sudah memiliki pacar dan ingin memboncengkan pacarnya dengan sepeda motor. Keinginan memiliki sepeda motor semakin kuat ketika ketiga temannya mengajak untuk menghabisi nyawa ayah-anak Edward Raturommon dan Jordan Raturommon sekaligus mengambil sepeda motornya.
"Karena diiming - imingi oleh ketiga temannya DD, PP, dan KS, lalu AD ini menjadi berani melakukan tindakan sadis itu," ungkap Arist di Polres Depok, Senin (23/7/2012).
Menurut Arist, keinginan memiliki sepeda motor pada diri AD muncul ketika dia ditilang polisi saat membawa sepeda motor milik teman. Dari situlah dia ingin memiliki motor sendiri.
"Dia pun tahu itu melanggar hukum, tapi karena iming - iming janji akan dilindungi oleh tiga tersangka lainnya, maka di hatinya bergejolak soal uang dan motor, sampai dia menjadi heroik saat membunuh," ungkapnya lagi.
Dalam pembunuhan itu, AD mendapat tugas menghabisi nyawa Jordan Raturommon menggunakan martil. Setelah membunuh, AD dan tiga temannya mengambil sepeda motor Jupiter hijau, dan uang tunai Rp 10 juta di bawah karpet milik korban.
"Uangnya sudah dibagi - bagi, soal berapa bagian AD saya tidak tahu, di pikirannya hanya ada sepeda motor dan uang, itu yang membuat AD berani, dari pengakuannya usai melakukan pun sangat ketakutan, ia enggak berani keluar dari pintu depan tapi dari belakang," kata Arist
(lns)