Upah di bawah UMR, buruh mogok kerja
Senin, 23 Juli 2012 - 11:20 WIB
Upah di bawah UMR, buruh mogok kerja
A
A
A
Sindonews.com - Tidak terima dengan perlakuan manajemen pabrik yang membayar upah di bawah Upah Minimum Regional (UMR), ratusan buruh sebuah pabrik plastik di kawasan Industri Brebek waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), melakukan aksi mogok kerja.
Ratusan buruh tersebut duduk bergerombol di depan PT Surya Dave Plastik dan menutup pintu masuk yang menyebabkan aktivitas pabrik lumpuh total. Buruh kesal lantaran pihak perusahaan dinilai sewenang-wenang terhadap para buruh. Selain tidak membayar upah sesuai UMR, perusahaan juga kerap melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak.
"Buruh menuntut agar pihak perusahaan bertindak sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan memberikan upah sesuai dengan UMR," ujar Koordinator aksi Jamaluddin menjelaskan kepada wartawan, Senin (23/7/2012).
Selain itu, ratusan buruh yang sebagian besar wanita ini menuntut agar manajemen pabrik segera membayarkan kekurangan upah yang diterima buruh serta mempekerjakan kembali buruh yang mendapat PHK sepihak dari perusahaan. Ratusan buruh ini juga menolak sistem outsourcing karena dinilai merugikan buruh.
"Kami akan terus melakukan aksi hingga lebaran jika tuntutan kami tidak dipenuhi perusahaan," ujar Jamaluddin.
Hingga saat ini aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang dilakukan ratusan buruh PT Surya Dave Plastic masih berlangsung. Aksi tersebut mendapat pengawasan dan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Ratusan buruh tersebut duduk bergerombol di depan PT Surya Dave Plastik dan menutup pintu masuk yang menyebabkan aktivitas pabrik lumpuh total. Buruh kesal lantaran pihak perusahaan dinilai sewenang-wenang terhadap para buruh. Selain tidak membayar upah sesuai UMR, perusahaan juga kerap melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak.
"Buruh menuntut agar pihak perusahaan bertindak sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan memberikan upah sesuai dengan UMR," ujar Koordinator aksi Jamaluddin menjelaskan kepada wartawan, Senin (23/7/2012).
Selain itu, ratusan buruh yang sebagian besar wanita ini menuntut agar manajemen pabrik segera membayarkan kekurangan upah yang diterima buruh serta mempekerjakan kembali buruh yang mendapat PHK sepihak dari perusahaan. Ratusan buruh ini juga menolak sistem outsourcing karena dinilai merugikan buruh.
"Kami akan terus melakukan aksi hingga lebaran jika tuntutan kami tidak dipenuhi perusahaan," ujar Jamaluddin.
Hingga saat ini aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang dilakukan ratusan buruh PT Surya Dave Plastic masih berlangsung. Aksi tersebut mendapat pengawasan dan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
(azh)