Tegur 2 pemuda, bos karet ditembak
Senin, 23 Juli 2012 - 09:34 WIB
Tegur 2 pemuda, bos karet ditembak
A
A
A
Sindonews.com - Nasib apes dialami Redi (29), bos karet yang tinggal di Cengal, Ogan Komering Ilir (OKI).sekitar pukul 17.00 WIB, dia ditembak dua pemuda, Rapi (24) dan Wandi (25).
Akibatnya, telapak tangan kanannya ditembus peluru dari pistol rakitan yang dibawa kedua pemuda asal tersebut. Peluru yang ditembakkan pelaku juga mengenai perut korban. Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menunggu operasi untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di tubuhnya.
Ditemui di kamar tempatnya dirawat Minggu 22 Juli 2012, korban menuturkan peristiwa itu terjadi saat dia bertemu Rapi dan Wandi di dekat gudang tempat menyimpan karet di Sungai Menang. Saat bertemu, dia menanyakan peristiwa hilangnya 3 kuintal karetnya yang hilang beberapa waktu lalu.
”Saya tanya baik-baik sama mereka berdua, lihat 3 kuintal karet saya tidak? Tapi mereka berdua langsung marah-marah dan terjadilah ribut mulut dengan saya,” kata Redi.
Tiba-tiba Rapi mencabut pistol rakitannya dan mengarahkannya kepada korban. Peluru tersebut mengenai telapak tangan dan perut korban.
”Saat saya sadar ditembak, saya langsung lari. Satu pelaku lagi Wandi juga mencabut pistol menembakkan ke arah saya, tapi saya berhasil kabur duluan, jadi peluru tembakan kedua tidak mengenai saya,” tukasnya.
Saat bersembunyi, dia menelepon aparat polsek guna meminta pertolongan. Namun, saat petugas polsek setempat datang, kedua pelaku sudah kabur.
”Dari data yang didapat di lapangan, kedua pelaku bernama Rapi dan Wandi, yang merupakan pegawai PT karet setempat. Jujur selama ini saya tidak kenal mereka, mungkin keduanya tersinggung saat saya tanya baik-baik, mungkin mereka berdua (kedua pelaku) mengira saya menuduhnya, padahal saya hanya bertanya,” pungkasnya.
Kejadian ini, sambung Redi, sudah dilaporkan ke Polsek Sungai menang dengan harapan kedua pelaku dapat ditangkap. Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman menyatakan pihaknya akan menyelidiki kasus ini.
Akibatnya, telapak tangan kanannya ditembus peluru dari pistol rakitan yang dibawa kedua pemuda asal tersebut. Peluru yang ditembakkan pelaku juga mengenai perut korban. Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menunggu operasi untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di tubuhnya.
Ditemui di kamar tempatnya dirawat Minggu 22 Juli 2012, korban menuturkan peristiwa itu terjadi saat dia bertemu Rapi dan Wandi di dekat gudang tempat menyimpan karet di Sungai Menang. Saat bertemu, dia menanyakan peristiwa hilangnya 3 kuintal karetnya yang hilang beberapa waktu lalu.
”Saya tanya baik-baik sama mereka berdua, lihat 3 kuintal karet saya tidak? Tapi mereka berdua langsung marah-marah dan terjadilah ribut mulut dengan saya,” kata Redi.
Tiba-tiba Rapi mencabut pistol rakitannya dan mengarahkannya kepada korban. Peluru tersebut mengenai telapak tangan dan perut korban.
”Saat saya sadar ditembak, saya langsung lari. Satu pelaku lagi Wandi juga mencabut pistol menembakkan ke arah saya, tapi saya berhasil kabur duluan, jadi peluru tembakan kedua tidak mengenai saya,” tukasnya.
Saat bersembunyi, dia menelepon aparat polsek guna meminta pertolongan. Namun, saat petugas polsek setempat datang, kedua pelaku sudah kabur.
”Dari data yang didapat di lapangan, kedua pelaku bernama Rapi dan Wandi, yang merupakan pegawai PT karet setempat. Jujur selama ini saya tidak kenal mereka, mungkin keduanya tersinggung saat saya tanya baik-baik, mungkin mereka berdua (kedua pelaku) mengira saya menuduhnya, padahal saya hanya bertanya,” pungkasnya.
Kejadian ini, sambung Redi, sudah dilaporkan ke Polsek Sungai menang dengan harapan kedua pelaku dapat ditangkap. Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman menyatakan pihaknya akan menyelidiki kasus ini.
(azh)