Alot, PPP tunda deklarasi
Senin, 23 Juli 2012 - 08:11 WIB
Alot, PPP tunda deklarasi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menunda deklarasi dukungan kepada pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) pada putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Rencananya, deklarasi dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali Minggu 22 Juli 2012 kemarin. Namun karena masih ada perbedaan persepsi di internal PPP, deklarasi dukungan tersebut ditunda.
Suryadharma Ali mengatakan, mayoritas kader PPP menginginkan Foke-Nara. Alasannya, Foke sudah terbukti membangun Ibu Kota meskipun masih ada sedikit kekurangan. "Tadi saya sampaikan kecenderungan konstituen ke Foke-Nara, dan responsnya cukup bagus. Ini tentu saja menjadi pertimbangan,” kata Suryadharma Ali di sela buka puasa bersama kader PPP di kompleks Widiya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu 22 Juli 2012.
Hanya saja, dia menegaskan, kecenderungan tersebut belum menjadi keputusan politik PPP. Pihaknya terlebih dahulu akan membahas persoalan ini dalam rapat pengurus. Apapun keputusan DPP PPP nanti, Menteri Agama ini meminta seluruh kader mematuhinya. Dia mengungkapkan, Pilgub DKI Jakarta 2012 sekaligus untuk pemanasan mesin politik pada Pemilu 2014.
Sementara itu, Ketua DPP PPP M Arwani Thomafi mengatakan, penundaan deklarasi tersebut karena Suryadharma Ali ada urusan keluarga, dan dilanjutkan menerima sejumlah fungsionaris, kader, dan sejumlah masyarakat DKI dan sekitarnya. Dia memastikan penundaan deklarasi tersebut tidak menghambat dukungan PPP.
“Kita sudah punya mekanisme baku untuk memutuskan satu kebijakan. Setelah hari ini, insya Allah akan segera diumumkan keputusan bulat DPP PPP untuk Pilgub DKI putaran kedua. Apakah ke Foke, Jokowi, atau memberikan kebebasan kepada warga PPP untuk menentukan pilihannya,” ujar Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini.
Pihaknya mengakui masih ada perdebatan di internal partai terkait dukungan PPP pada putaran kedua. Termasuk juga kemungkinan sikap keberatan dari Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz yang sempat berseberangan dengan Foke, Arwani tidak membantah. “Maka itu, Pak Ketum bicarakan dulu dengan seluruh fungsionaris dan kader PPP, setelah itu kita akan berikan kabar pada teman-teman kapan kita akan secara resmi memberikan deklarasi dukungan,” pungkasnya.
Sekretaris tim sukses Foke-Nara Budi Siswanto mengatakan, sampai saat ini belum ada parpol menyatakan secara resmi mengalihkan mendukung kepada cagub nomor 1 tersebut. “Kami telah berkomunikasi. Akan tetapi sejauh mana respons dari pihak parpol tersebut masih ditunggu, sebab pihak parpol itu memiliki mekanisme internal untuk menyatakan dukungan,” ujar Budi.
Komunikasi politik dengan parpol lain yang sedang dijalani kubu Foke-Nara yakni mendekati parpol pengusung yang calonnya kalah, seperti Partai Golkar, PPP, dan PKS. Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum memastikan akan mengajak parpol yang calonnya gugur di putaran pertama untuk bergabung.
Bahkan, mantan Ketua Umum PB HMI ini optimistis situasi berbalik pada putaran kedua nanti. Pihaknya akan all-out pada putaran kedua nanti. “Kita menghormati hasil putaran pertama. Semua bisa terjadi di putaran kedua dan kami yakin pasangan Foke-Nara bisa memperoleh dukungan suara terbanyak,” ungkapnya.
Rencananya, deklarasi dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali Minggu 22 Juli 2012 kemarin. Namun karena masih ada perbedaan persepsi di internal PPP, deklarasi dukungan tersebut ditunda.
Suryadharma Ali mengatakan, mayoritas kader PPP menginginkan Foke-Nara. Alasannya, Foke sudah terbukti membangun Ibu Kota meskipun masih ada sedikit kekurangan. "Tadi saya sampaikan kecenderungan konstituen ke Foke-Nara, dan responsnya cukup bagus. Ini tentu saja menjadi pertimbangan,” kata Suryadharma Ali di sela buka puasa bersama kader PPP di kompleks Widiya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu 22 Juli 2012.
Hanya saja, dia menegaskan, kecenderungan tersebut belum menjadi keputusan politik PPP. Pihaknya terlebih dahulu akan membahas persoalan ini dalam rapat pengurus. Apapun keputusan DPP PPP nanti, Menteri Agama ini meminta seluruh kader mematuhinya. Dia mengungkapkan, Pilgub DKI Jakarta 2012 sekaligus untuk pemanasan mesin politik pada Pemilu 2014.
Sementara itu, Ketua DPP PPP M Arwani Thomafi mengatakan, penundaan deklarasi tersebut karena Suryadharma Ali ada urusan keluarga, dan dilanjutkan menerima sejumlah fungsionaris, kader, dan sejumlah masyarakat DKI dan sekitarnya. Dia memastikan penundaan deklarasi tersebut tidak menghambat dukungan PPP.
“Kita sudah punya mekanisme baku untuk memutuskan satu kebijakan. Setelah hari ini, insya Allah akan segera diumumkan keputusan bulat DPP PPP untuk Pilgub DKI putaran kedua. Apakah ke Foke, Jokowi, atau memberikan kebebasan kepada warga PPP untuk menentukan pilihannya,” ujar Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini.
Pihaknya mengakui masih ada perdebatan di internal partai terkait dukungan PPP pada putaran kedua. Termasuk juga kemungkinan sikap keberatan dari Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz yang sempat berseberangan dengan Foke, Arwani tidak membantah. “Maka itu, Pak Ketum bicarakan dulu dengan seluruh fungsionaris dan kader PPP, setelah itu kita akan berikan kabar pada teman-teman kapan kita akan secara resmi memberikan deklarasi dukungan,” pungkasnya.
Sekretaris tim sukses Foke-Nara Budi Siswanto mengatakan, sampai saat ini belum ada parpol menyatakan secara resmi mengalihkan mendukung kepada cagub nomor 1 tersebut. “Kami telah berkomunikasi. Akan tetapi sejauh mana respons dari pihak parpol tersebut masih ditunggu, sebab pihak parpol itu memiliki mekanisme internal untuk menyatakan dukungan,” ujar Budi.
Komunikasi politik dengan parpol lain yang sedang dijalani kubu Foke-Nara yakni mendekati parpol pengusung yang calonnya kalah, seperti Partai Golkar, PPP, dan PKS. Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum memastikan akan mengajak parpol yang calonnya gugur di putaran pertama untuk bergabung.
Bahkan, mantan Ketua Umum PB HMI ini optimistis situasi berbalik pada putaran kedua nanti. Pihaknya akan all-out pada putaran kedua nanti. “Kita menghormati hasil putaran pertama. Semua bisa terjadi di putaran kedua dan kami yakin pasangan Foke-Nara bisa memperoleh dukungan suara terbanyak,” ungkapnya.
(lil)