Relawan Jokowi-Ahok yakin rebut suara golput
Minggu, 22 Juli 2012 - 17:33 WIB
Relawan Jokowi-Ahok yakin rebut suara golput
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yakin dapat memperoleh suara dari warga Jakarta yang tidak menggunakan hal pilihnya (golput) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran pertama lalu.
Koordinator relawan pasangan Jokowi-Ahok yang tergabung dalam Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura meyakini, jika setengah warga Jakarta yang tidak menggunakan hak pilihnya pada putaran pertama lalu akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memilih pasangan Jokowi-Ahok.
"Kita akan bangun kesadaran politik. Untuk memilih itu harus karena kesadaran, dan bukan karena uang," katanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (22/7/2012).
Dia mengungkapkan, banyaknya warga Jakarta yang golput di putaran pertama lalu disebabkan banyaknya kesalahan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sebagai penyelenggara Pilgub DKI Jakarta.
"Kami optimis 50 persen dari 2,6 juta angka golput pada putaran pertama kemarin, akan memilih di putaran kedua. Pasalnya, mereka baru menyadari segala permasalahan yang ada setelah peristiwa pemilu berlangsung," ujarnya.
Dia mengungkapkan, penyelenggara Pilgub DKI Jakarta telah melakukan banyak kesalahan sistematis di putaran pertama. Hal itulah yang menjadi pemicu sebagian warga Jakarta tidak ikut ambil bagian dalam pemilihan putaran kedua nanti.
Koordinator relawan pasangan Jokowi-Ahok yang tergabung dalam Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura meyakini, jika setengah warga Jakarta yang tidak menggunakan hak pilihnya pada putaran pertama lalu akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memilih pasangan Jokowi-Ahok.
"Kita akan bangun kesadaran politik. Untuk memilih itu harus karena kesadaran, dan bukan karena uang," katanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (22/7/2012).
Dia mengungkapkan, banyaknya warga Jakarta yang golput di putaran pertama lalu disebabkan banyaknya kesalahan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sebagai penyelenggara Pilgub DKI Jakarta.
"Kami optimis 50 persen dari 2,6 juta angka golput pada putaran pertama kemarin, akan memilih di putaran kedua. Pasalnya, mereka baru menyadari segala permasalahan yang ada setelah peristiwa pemilu berlangsung," ujarnya.
Dia mengungkapkan, penyelenggara Pilgub DKI Jakarta telah melakukan banyak kesalahan sistematis di putaran pertama. Hal itulah yang menjadi pemicu sebagian warga Jakarta tidak ikut ambil bagian dalam pemilihan putaran kedua nanti.
(lil)