Koalisi tak bergantung hasil putaran pertama

Jum'at, 20 Juli 2012 - 08:43 WIB
Koalisi tak bergantung...
Koalisi tak bergantung hasil putaran pertama
A A A
Sindonews.com - Kemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta belum tentu menarik minat partai politik (parpol) untuk berkoalisi. Parpol lebih melihat pertimbangan sosiologis yakni kehendak mayoritas konstituen ketimbang membangun koalisi yang bersifat taktis.

Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy mengatakan, elektabilitas hasil putaran pertama belum tentu menjadi pertimbangan koalisi. Setiap partai akan mengalihkan dukungan atas dasar bacaan kepada konstituennya.

Partai yang menyimpangkan dukungannya secara resmi berbeda dengan pilihan mayoritas konstituennya akan dihukum konstituen itu sendiri. Hukuman ini akan diterima pada Pemilu 2014. Karena itu, setiap parpol justru akan lebih all out membela calonnya.

"PPP masih membangun komunikasi intensif dengan seluruh pasangan. Mengingat rekapitulasi hasil pilkada sudah diumumkan hari ini, kemungkinan besar lepas Jumatan PPP akan mengumumkan arah dukungan partai pada putaran kedua nanti," kata Romahurmuziy di sela kunjungan kerja Komisi IV DPR dan Panen Raya Padi di Desa Jati, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, kemarin.

Dia melanjutkan, pada putaran kedua ini akan menjadi duel maut bagi kedua pasangan cagub.Partai politik pengusung akan berjuang lebih all out dan membuat koalisi baru. Pihaknya juga prihatin dengan kekalahan yang dialami pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono pada putaran pertama.

Salah satu penyebab kekalahan tersebut adalah kurangnya sosialisasi antara pasangan cagub dan tim sukses dari partai. Ketua Komisi IV DPR ini juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mendorong berkembangnya kampanye berbau SARA.

"Indonesia ini negara Pancasila. Hendaknya setiap pihak menghormati setiap perbedaan yang ada. Pemilih adalah masyarakat dewasa yang sudah memiliki rasionalitas atas pilihannya. Setiap isu SARA yang dilontarkan justru berpotensi meningkatkan ketegangan horizontal," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta Sugiyanto menuturkan, semua pihak bisa saja saling mengklaim mereka tidak pernah menghembuskan isu sara atau kampanye hitam yang tidak sehat kepada publik Jakarta.

Kondisi kerap dimainkan oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Mereka disinyalir akan mencari keuntungan dengan suasana tidak kondusif di Jakarta ini. "Masyarakat harus berhati-hati dengan isu-isu tentang Pilkada DKI Jakarta ini," ujarnya.
(san)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
1 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
2 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
2 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
8 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
9 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
10 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved