Asik main kipas, 2 balita terbakar
Rabu, 18 Juli 2012 - 14:52 WIB
Asik main kipas, 2 balita terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah rumah di Jalan Kramat Pulo Gundul, RT 7/13, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun dua balita mungil mengalami luka bakar ringan.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, kebakaran terjadi ketika Sanwani dan Sofiah pergi meninggalkan rumah untuk bekerja. Sementara di rumah tersebut hanya ada Rupiah (40), Rizky (5) dan Rendra (5).
Sekira pukul 11.30 WIB, Rupiah mencuci di belakang. Sementara Rizky dan Rendra asik bermain kipas. Tiba-tiba stop kontak meledak dan menyambar kedua balita itu. Rufiah yang berada di bagian belakang rumah tidak menyadari hingga api membesar.
Kepala Polsek Johar Baru Kompol Hamdini mengatakan, akibat kejadian tersebut dua anak balita mengalami luka bakar dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. "Lukanya tidak serius, sekira 20 persen," ujarnya di lokasi kejadian, Rabu (18/7/2012).
Api menyala sekitar 30 menit dan berhasil dipadamkan dengan satu unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran. "Kita menyediakan 10 unit, tapi hanya digunakan satu unit," sambung Kepala Seksie Operasional Sudin Damkar dan PB Jakarta Pusat Ahmad Lamping.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, kebakaran terjadi ketika Sanwani dan Sofiah pergi meninggalkan rumah untuk bekerja. Sementara di rumah tersebut hanya ada Rupiah (40), Rizky (5) dan Rendra (5).
Sekira pukul 11.30 WIB, Rupiah mencuci di belakang. Sementara Rizky dan Rendra asik bermain kipas. Tiba-tiba stop kontak meledak dan menyambar kedua balita itu. Rufiah yang berada di bagian belakang rumah tidak menyadari hingga api membesar.
Kepala Polsek Johar Baru Kompol Hamdini mengatakan, akibat kejadian tersebut dua anak balita mengalami luka bakar dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. "Lukanya tidak serius, sekira 20 persen," ujarnya di lokasi kejadian, Rabu (18/7/2012).
Api menyala sekitar 30 menit dan berhasil dipadamkan dengan satu unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran. "Kita menyediakan 10 unit, tapi hanya digunakan satu unit," sambung Kepala Seksie Operasional Sudin Damkar dan PB Jakarta Pusat Ahmad Lamping.
(san)