Liburan sekolah picu Golput Pilgub DKI
Rabu, 18 Juli 2012 - 08:55 WIB
Liburan sekolah picu Golput Pilgub DKI
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 300.582 pemilih tetap di Jakarta Pusat tidak menggunakan hak pilihnya. Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, Rabu 11 Juli 2012, yang bertepatan dengan masa liburan anak sekolah dianggap sebagai salah satu faktor meningkatnya golongan putih (golput).
Kepala Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Pusat Arif Bawono mengatakan, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya di Jakarta Pusat menurun. Pada pilkada kali ini tercatat hanya 486.842 orang yang menggunakan hak pilihnya, dari total keseluruhan daftar pemilih tetap 787.424 orang.
"Hanya 62% warga Jakarta Pusat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya," tuturnya kemarin.
Arif mengatakan jika dibandingkan dengan pemilihan gubernur pada 2007 lalu pemilih tetap yang menggunakan hak pilihnya ada sekitar 72%. Meski demikian, dia menolak bahwa 38% pemilih tersebut golput.
Menurut Arif, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya jumlah pemilih yang tak menggunakan hak pilih itu di antaranya karena bertepatan dengan hari libur sekolah sehingga banyak warga lebih memilih untuk liburan.
Kemudian, jelang Ramadan, banyak warga yang memilih bepergian ke luar kota untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan berziarah. Untuk itu, apabila KPU DKI telah menetapkan pada putaran kedua, pihaknya akan gencar menyosialisasikan kepada masyarakat untuk datang ke TPS memberikan hak pilihnya.
Untuk perolehan suara, Arif mengatakan, dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat, pasangan nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama berhasil unggul dengan jumlah 193.446 suara. Diikuti oleh pasangan calon incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan jumlah 170.006 suara.
Sedangkan saksi pasangan calon nomor urut 3 turut memberikan catatan dalam berita acara tersebut terkait kesalahan input data jumlah surat suara sebab dalam penghitungan suara sempat ada kekeliruan.
Pandapotan, seorang anggota tim sukses Jokowi-Ahok mengatakan, pihaknya memberikan catatan kepada KPU agar ke depan tidak lagi melakukan kesalahan baik dalam pemasukan data maupun penjumlahan.
Kepala Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Pusat Arif Bawono mengatakan, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya di Jakarta Pusat menurun. Pada pilkada kali ini tercatat hanya 486.842 orang yang menggunakan hak pilihnya, dari total keseluruhan daftar pemilih tetap 787.424 orang.
"Hanya 62% warga Jakarta Pusat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya," tuturnya kemarin.
Arif mengatakan jika dibandingkan dengan pemilihan gubernur pada 2007 lalu pemilih tetap yang menggunakan hak pilihnya ada sekitar 72%. Meski demikian, dia menolak bahwa 38% pemilih tersebut golput.
Menurut Arif, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya jumlah pemilih yang tak menggunakan hak pilih itu di antaranya karena bertepatan dengan hari libur sekolah sehingga banyak warga lebih memilih untuk liburan.
Kemudian, jelang Ramadan, banyak warga yang memilih bepergian ke luar kota untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan berziarah. Untuk itu, apabila KPU DKI telah menetapkan pada putaran kedua, pihaknya akan gencar menyosialisasikan kepada masyarakat untuk datang ke TPS memberikan hak pilihnya.
Untuk perolehan suara, Arif mengatakan, dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat, pasangan nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama berhasil unggul dengan jumlah 193.446 suara. Diikuti oleh pasangan calon incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan jumlah 170.006 suara.
Sedangkan saksi pasangan calon nomor urut 3 turut memberikan catatan dalam berita acara tersebut terkait kesalahan input data jumlah surat suara sebab dalam penghitungan suara sempat ada kekeliruan.
Pandapotan, seorang anggota tim sukses Jokowi-Ahok mengatakan, pihaknya memberikan catatan kepada KPU agar ke depan tidak lagi melakukan kesalahan baik dalam pemasukan data maupun penjumlahan.
(san)