Sikap PKS tunggu keputusan resmi KPU DKI

Rabu, 18 Juli 2012 - 08:46 WIB
Sikap PKS tunggu keputusan...
Sikap PKS tunggu keputusan resmi KPU DKI
A A A
Sindonews.com - Menghadapi putaran kedua Pilkada DKI yang akan digelar pada 20 September mendatang, PKS diprediksi bersikap netral. Asumsi keputusan pilihan ini disebabkan ideologi PKS sebagai partai berasaskan Islam.

Peneliti Political Research Institute for Democracy (PRIDe) Indonesia Agus Herta Sumarto menjelaskan, kandidat yang diusung PKS Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini hampir bisa dipastikan kandas di putaran pertama. Dari hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei, pasangan ini hanya mendapatkan suara sekitar 11%.

"PKS tidak mungkin akan berkoalisi dengan PDIP sebagai partai nasionalis pengusung pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Begitu juga kemungkinan berkoalisi dengan pasangan cagub incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli," kata Agus Herta Sumarto di Wisma Kodel seusai diskusi tentang Polemik Lembaga Survei Pilkada DKI Jakarta, kemarin.

Selama kampanye di putaran pertama, pasangan kandidat PKS ini mengemukakan visimisi yang berseberangan terhadap calon incumbent sehingga keputusan untuk berkoalisi akan sulit didapatkan. "Potensi keputusan terbesar PKS ini adalah abstain," ujarnya.

Bila PKS memutuskan berkoalisi, sambung Agus,akan dicap publik maupun kadernya sebagai partai oportunis dan pragmatis. Padahal sikap itu akan menimbulkan opini publik yang menganggap partai mencari keuntungan.

Didik J Rachbini yang hadir dalam diskusi tersebut menyatakan, dia akan tetap menggunakan hak pilih. Dia akan menjatuhkan pilihan kepada pemimpin yang memberikan perubahan di Jakarta.

"Selama ini tidak ada perubahan di Jakarta. Ketimpangan sosial kemasyarakatan sangat signifikan. Pelayanan publik begitu buruk," ujarnya.

Ketua Tim Sukses Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini Triwisaksana mengatakan, keputusan koalisi PKS untuk bergabung ke salah satu kandidat akan diputuskan setelah ada keputusan resmi di KPU DKI Jakarta.

Dalam pengambilan kebijakan untuk koalisi ini salah satu faktor penentunya adalah aspirasi kader partai. "Kader merupakan aset dari partai. Kami menunggu keinginan kader ke mana nantinya," ujar Triwisaksana.
(san)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
16 menit yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
1 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
7 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
7 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
9 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
11 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved