Pemerintah harus perbaiki upah buruh

Kamis, 12 Juli 2012 - 11:12 WIB
Pemerintah harus perbaiki...
Pemerintah harus perbaiki upah buruh
A A A
Sindonews.com - Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia untuk meminta pemerintah menghapus sistem tenaga alih daya, dan memperbaiki upah minimum pekerja.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi buruh kali ini dilakukan untuk meminta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Permenakertrans Nomor 17 Tahun 2005 yang mengatur tentang komponen dan pelaksanaan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak.

"Mendesak Menakertrans merevisi Permenakertrans Nomor 17 Tahun 2005 dengan menambahkan komponen tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak menjadi 122 komponen," katanya melalui siaran pers yang diterima Sindonews di Jakarta, Kamis (12/7/2012).

Buruh yang datang dari berbagai daerah di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi tersebut juga mendesak pemerintah dan DPR membuat Undang-Undang (UU) baru tentang pengawas tenaga kerja.

Rencananya, ribuan buruh tersebut akan melanjutkan aksinya ke depan Istana Negara, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kementerian Tenaga Kerja, dan Transmigrasi.
(lil)
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
8 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved