Miliki 13 paket sabu, anggota Dalmas ditangkap
Kamis, 12 Juli 2012 - 11:05 WIB
Miliki 13 paket sabu, anggota Dalmas ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menangkap seorang anggota Dalmas Polres Kuningan berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) dengan inisial SUG. Anggota polisi ini ditangkap antaran memiliki 13 paket narkoba jenis sabu.
Penangkapan SUG dilakukan di rumahnya di Perum Puri Pelangi no 18, Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya. Dalam penggerebekan tersebut petugas BNN berhasil menemukan barang bukti sabu sebanyak 13 paket beserta satu alat penghisapnya. SUG merupakan target operasi (TO) BNN Jabar sejak lama.
Dari informasi yang didapat, dalam pemeriksaan tersebut, SUG juga menjalani pemeriksaan tes urine. Namun tak seorang pun anggota BNN yang bersedia memberikan keterangan resmi tentang penangkapan tersebut.
"Saya tidak punya kewenangan untuk memberikan informasi, karena yang melakukan penangkapan adalah BNN Provinsi. Silakan tanyakan langsung kepada yang bersangkutan," kata Kepala BNN Kuningan Guruh Irawan Zulkarnaen menjelaskan, Kamis (12/7/2012).
Begitu pun petugas BNN Provinsi, tanpa bersedia memberitahukan namanya, anggota tersebut tak bersedia memberikan informasi karena menyangkut institusi kepolisian.
"Saya tidak mau melangkahi Kapolres, nanti biar beliau yang memberikan keterangan," katanya.
Penangkapan SUG dilakukan di rumahnya di Perum Puri Pelangi no 18, Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya. Dalam penggerebekan tersebut petugas BNN berhasil menemukan barang bukti sabu sebanyak 13 paket beserta satu alat penghisapnya. SUG merupakan target operasi (TO) BNN Jabar sejak lama.
Dari informasi yang didapat, dalam pemeriksaan tersebut, SUG juga menjalani pemeriksaan tes urine. Namun tak seorang pun anggota BNN yang bersedia memberikan keterangan resmi tentang penangkapan tersebut.
"Saya tidak punya kewenangan untuk memberikan informasi, karena yang melakukan penangkapan adalah BNN Provinsi. Silakan tanyakan langsung kepada yang bersangkutan," kata Kepala BNN Kuningan Guruh Irawan Zulkarnaen menjelaskan, Kamis (12/7/2012).
Begitu pun petugas BNN Provinsi, tanpa bersedia memberitahukan namanya, anggota tersebut tak bersedia memberikan informasi karena menyangkut institusi kepolisian.
"Saya tidak mau melangkahi Kapolres, nanti biar beliau yang memberikan keterangan," katanya.
(azh)