Pemeriksaan cabup Bangkalan butuh dokter independen

Selasa, 10 Juli 2012 - 17:02 WIB
Pemeriksaan cabup Bangkalan...
Pemeriksaan cabup Bangkalan butuh dokter independen
A A A
Sindonews.com - Tahapan pemeriksaan kesehatan Pilkada Bangkalan, mendapat sorotan serius dari kalangan partai politik. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan dokter independen agar tidak ada kepentingan politik.

Wakil Ketua DPC Partai Hanura Bangkalan Nanang Hidayat menyatakan, dibutuhkan semangat transparan dalam tahapan pemeriksaan kesehatan bakal calon bupati dan wakil bupati. Itu penting, karena akan menjadi tolak ukur Pilkada bersih dan demokratis.

"Ya, paling tidak dokter yang memeriksa adalah dari luar. Jangan sampai dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, karena takut ada kepentingan dan intervensi," ujar Nanang menjelaskan kepada wartawan, Selasa (10/7/2012).

Nanang menjelaskan, sebenarnya dirinya masih belum yakin kalau pihak RSA Ratu Ibu yang melakukan pemeriksaan. Sebab, selain diragukan profesionalismenya, dikhawatrikan tidak berdaya bila menghadapi intervensi dari berbagai pihak.

Untuk itu, dia mendesak dalam tahapan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sejak 12-20 Juli nanti, harus ditangani secara profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. Bila itu tidak dilakukan, akan bisa berimbas dan menjadi persoalan di kemudian hari.

"Kalau tidak ada tim dokter independen, ketakutan dan kekhawatiran kami adalah akan menjadi masalah nanti," paparnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Sekretaris DPC PKNU Bangkalan Muzakki. Dia menyatakan, ada kesan yang membelenggu bakal calon terkait dengan tahap pemeriksaan kesehatan. Selain karena persoalan tim dokter, dia mempertanyakan tahapan pemeriksaan yang dilakukan sebelum masa pendaftaran.

"Nantinya, kalau ada calon yang menyusul tapi tidak menjalani pemeriksaan bisa gugur. Ini persoalan utama," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RSA Ratu Ibu Bangkalan Ahmad Azis menyatakan, untuk persoalan dokter independen dari luar tidak bisa dilakukan. Sebab, terbentur dengan persoalan izin praktik dari dokter yang bersangkutan. Menurutnya, tidak semua dokter bisa didatangkan, karena terikat dengan aturan dan kode etik.

"Soal kenapa dilakukan sebelum pendaftaran, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPU) yang berhak menjelaskan. Yang pasti, kami siap menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan," ucapnya.
(azh)
Berita Terkait
Bursa Kandidat Calon...
Bursa Kandidat Calon Bupati Bangkalan 2024 Mulai Memanas
TPS Unik di Pilkada...
TPS Unik di Pilkada Bangkalan, Dekorasi Pengantin Penuh Bunga
Sejarah Baru! Khofifah...
Sejarah Baru! Khofifah Raih 58,10 Persen Suara di Bangkalan, Rebut Kemenangan Pertama Setelah 3 Kali Kalah
2 Pelaku Pembakaran...
2 Pelaku Pembakaran Maling Ditangkap, Kapolres Imbau yang Lain Serahkan Diri
Ini Pemicu Warga Bangkalan...
Ini Pemicu Warga Bangkalan Tenteng Celurit Nyaris Berakhir Carok di Hiburan Orkes
Massa Tolak Revisi UU...
Massa Tolak Revisi UU Pilkada Jebol Pagar DPRD di Bangkalan
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
7 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
7 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
9 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
11 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved